Kurma (Phoenix dactylifera) merupakan salah satu buah yang memiliki kadar gula yang cukup tinggi. Kira-kira 50% sampai 60 % dari kandungan buahnya merupakan gula. Ini menjadi salah satu alasan mengapa kurma terkadang diandalkan sebagai sumber cadangan energi. Bahkan jika dibandingkan dengan buah yang lain, kurma merupakan buah yang paling banyak mengandung gula. Rata-rata buah lain biasanya hanya memiliki sekitar 20-30% gula dari kandungan buahnya.

Kurma merupakan buah asli yang tumbuh di Semenanjung Arab (Timur Tengah) dan Afrika Utara. Namun, telah dilaporkan bahwa kurma tidak hanya tumbuh di daerah beriklim panas melainkan di daerah tropis juga. Walaupun kurma di daerah tropis tidak sebaik kurma yang tumbuh di daerah beriklim panas.

Kurma memiliki sejuta manfaat yang beragam. Itu semua berkat kandungan yang ada dalam buah kurma. Kurma sering dikonsumsi saat bulan puasa sebagai hidangan pembuka. Alasannya karena kandungan gula yang dimiliki sangatlah tinggi, sehingga bisa dijadikan penyuplai energi yang sudah hilang saat berpuasa.
Menurut ahli gizi IPB, Dr Hardinsyah MS, Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB, buah kurma memiliki kandungan gizi yang hampir lengkap. Dia juga berpendapat kurma dapat memulihkan stamina saat berpuasa karena kandungan fruktosa dan glukosa di dalamnya.

Kandungan gizi yang terdapat dalam kurma antara lain karbohidrat, mineral, dan vitamin.

Karbohidrat
Karbohidrat dalam kurma terkandung dalam bentuk glukosa, sukrosa, fruktosa dan sejumlah kecil poliskadarida. Salah satu alasan kurma dianggap sebagai buah yang baik dikonsumsi adalah karena banyaknya karbohidrat yang terkandung di dalamnya. Hampir 50-60% dari seluruh kandungan buah ini merupakan gula. Persentase ini tergolong tinggi jika dibandingkan dengan buah lain yang hanya mengandung 20-40% gula dalam kandungan buahnya.

Gula yang terkandung dalam kurma diserap tubuh selama 45-60 menit. Ini jauh lebih lama dibanding dengan segelas air yang mengandung gula. Hal ini bisa membuat seseorang mampu menahan lapar saat berpuasa.

Dalam karbohidrat yang dimiliki kurma ini juga terkandung serat-serat kasar yang bermanfaat dalam pencegahan kesulitan buang air besar.

Selain mengandung karbohidrat, kurma juga mengandung banyak sekali jenis mineral di dalamnya. Antara lain kalium atau potasium, kalsium, fosfor, besi, dan lain-lain.

Kalium/Potasium
Telah diketahui bahwa kalium mampu mencegah stroke. Dari penelitian tentang pola makan pada 859 orang pria dan wanita berusia di atas 50 tahun di California Utara, AS, didapatkan bahwa mereka yang mengonsumsi makanan dengan asupan kalium tinggi (3500 mg per hari) hampir tak ada yang menderita stroke. Sementara mereka yang mengonsumsi sedikit kalium (1950 mg per hari) memiliki risiko terserang stroke lebih besar. Berdasarkan penelitian itu, diambil kesimpulan bahwa dengan mengonsumsi satu porsi ekstra makanan kaya kalium (minimal 400 mg setiap hari) risiko fatal stroke dapat berkurang hingga 40 persen. Untungnya dalam 100 gram kurma terdapat 666 mg kalium.

Selain mengurangi risiko terserangnya stroke, kalium juga bermanfaat dalam menjaga kestabilan tekanan darah dan melindungi pembuluh darah dari kejadian aterosklerosis atau timbulnya plak-plak yang dapat menyumbat pembuluh darah. Hal ini sangat menguntungkan para penderita hipertensi tentunya. Karena kalium ini mampu menurunkan tekanan darah yang tinggi.

Selain itu, kalium juga diperlukan untuk fungsi saraf dan kontrol otak. Kalium mampu membantu pergerakan saraf untuk mengendalikan aliran cairan dari otot dan sel-sel tubuh. Kekurangan kadar kalium mampu mengakibatkan kram otot dan detak jantung tidak teratur.

Kalsium
Dari sekian banyak mineral, kalsium merupakan mineral terbanyak dalam tubuh. Sekitar 99% kalsium terdapat dalam tulang dan gigi. Sedangkan 1% kalsium terdapat dalam darah dan jaringan lunak. Untuk memenuhi kebutuhan 1% kalsium ini, tubuh mengambilnya dari makanan yang kita makan atau dari tulang. Jika asupan kalsium yang kita makan tidak mencukupi maka, tubuh akan mengambilnya dari tulang.

Kurma sangat bermanfaat bagi wanita hamil karena kalsium yang terdapat di dalamnya berperan dalam pembentukan tulang dan gigi pada janin, bahkan juga bermanfaat untuk tulang dan gigi bagi wanita itu sendiri.

Dalam sehari, orang dewasa membutuhkan 800 mg per hari. Untuk wanita hamil justru harus lebih. Sementara kurma hanya menyumbang 52 mg dalam 100 gram buahnya. Tapi tidak masalah, karena kita sendiri juga sudah mengonsumsi kalsium yang cukup dari sayur-sayuran.

Magnesium

Magnesium dalam tubuh kita dapat kita temukan pada sel darah merah, gigi dan tulang. Dan magnesium merupakan salah satu mineral yang penting. Mineral ini berperan dalam menjaga kestabilan tekanan darah, mengurangi risiko serangan jantung dan stroke, menghindari pembekuan darah, mencegah komplikasi penyakit diabetes, dan membantu memelihara kekuatan tulang.

Selain itu, magnesium juga menjadi salah satu mineral yang dibutuhkan tubuh dalam memproduksi energi, membentuk protein, membentuk DNA, dan membantu menghantarkan pesan atau informasi ke saraf.

Banyaknya magnesium dalam 100 gram kurma ternyata hampir sama dengan kadar kalsium dalam kurma, yaitu 50 mg. Tubuh kita membutuhkan magnesium sekitar 400 – 1000 mg per hari. Tetapi bukan berarti Anda harus memakan minimal delapan buah kurma setiap harinya. Asupan magnesium bisa juga kita dapatkan dari nasi merah, sayur-sayuran dan kacang-kacangan.

Fosfor
Fosfor merupakan mineral terbanyak nomor dua dalam tubuh setelah kalsium. Mineral ini ada dalam tubuh kita dalam bentuk kristal kalsium fosfat. Kira-kira 80% berada dalam tulang dan gigi. Fungsi utama fosfor ini adalah sebagai pemberi energi, pembentukan DNA, membantu penyerapan kalsium, dan menunjang kesehatan tulang dan gigi.

Bagi anak-anak fosfor bisa berguna sebagai pendukung pertumbuhannya. Anak di bawah satu tahun membutuhkan sekitar 100 – 300 mg per hari, sedangkan anak-anak 1 – 10 membutuhkan 700 – 1000 mg per hari. Sementara orang dewasa 1000 – 1300 mg per hari.

Dalam 100 gram kurma, terdapat 63 mg fosfor.

Mineral lain
Mineral-mineral lain yang terkandung dalam kurma antara lain besi, natrium atau sodium, tembaga, mangan, kobalt, dan yodium. Tentunya masing-masing mineral ini memiliki manfaat-manfaat tersendiri. Misalnya besi dalam pembentukan hemoglobin. Menariknya kandungan besi dalam 100 gram kurma dapat memenuhi kebutuhan besi dalam satu hari. Terkadang buah kurma lebih dipilih dibanding tablet suplemen zat besi, mengingat banyaknya efek samping akibat konsumsi tablet suplemen zat besi seperti mual, sakit kepala dan hilang nafsu makan.

Vitamin
Vitamin-vitamin yang terkandung dalam buah kurma antara lain vitamin B1 (thiamin), vitamin B2 (riboflavin), vitamin B3 (niacin), biotin, asam folat, vitamin C (asam askorbat), pro-vitamin A (beta-carotene), nicotinamide, retinol equivalent, asam pantotenat, dan vitamin B6.

Vitamin A dalam 100 mg ada sekitar 90 IU (international unit) bermanfaat untuk kesehatan mata, pertumbuhan dan perkembangan janin, dan kesehatan sel reproduksi. Mengingat kita membutuhkan vitamin A sekitar 5000 IU per hari, maka tidak ada salahnya jika memilih kurma sebagai salah satu sumber vitamin A kita saat berpuasa.

Selain vitamin A, vitamin yang diandalkan dari buah kurma adalah vitamin B1, B2, dan C. Vitamin B1 berfungsi untuk mencegah kerusakan saraf, membantu sel untuk membentuk energi dan lain-lain. Sementara vitamin B2 berperan dalam mempertahankan kesehatan kulit dan rambut, dan sangat dibutuhkan saat proses metabolisme tubuh.

Vitamin C bersifat sebagai antioksidan. Tubuh membutuhkan paling sedikit 60-90 mg per hari. Jika kita mengonsumsi vitamin C secara berlebih maka sisanya akan dibuang melalui air urin. Manfaat vitamin C bagi tubuh sangat banyak. Bahkan vitamin C memiliki lebih dari 300 fungsi metabolik dalam tubuh. Beberapa manfaat penting dari vitamin C antara lain meningkatkan kekebalan tubuh, memperbaiki sel dan jaringan tubuh yang rusak akibat radikal bebas, merawat kulit dan lain-lain.

Omega 3 merupakan asam lemak yang luar biasa. Karena dia memiliki sejuta manfaat bagi tubuh, terutama jantung! Anda masih meragukannya?

Apa itu Omega 3?
Mungkin masih banyak orang yang belum mengenal Omega 3. Atau sebagian orang pernah mendengar tapi tidak tahu apa itu Omega 3.
Omega 3 ataupun N-3 merupakan salah satu jenis asam lemak yang baik yang didapat dari hewan ataupun tumbuhan. Karena tubuh kita tidak dapat menghasilkannya maka kita perlu mengonsumsinya untuk kebutuhan kita.

Omega 3 tergolong PUFA atau Polyunsaturated Fatty Acids yang sangat berperan penting pada fungsi otak dan juga pertumbuhan dan perkembangan anak. Omega 3 terdiri dari 3 jenis yaitu, Asam alfa-linolenat (ALA), Asam Eicosapentaenoic (EPA), dan Asam docosahexaenoic (DHA).

Sumber Omega 3
Sumber Omega 3 terbanyak berasal dari ikan-ikanan, terutama ikan Salmon dan Tuna. Selain itu omega 3 juga bisa diperoleh dari minyak kacang, sayur-sayuran hijau, kacang kedelai, tumbuh-tumbuhan laut seperti alga dan lain-lain. Masih banyak lagi sumber omega 3 dari hewan dan tumbuhan.

Pada ikan sendiri, kandung omega 3 juga berbeda-beda. Contohnya, ikan-ikan yang ada di perairan Indonesia kebanyakan memiliki kandungan Omega 3 sekitar 0,1 – 0,5 g/100 g daging ikan. Sementara di Jepang ikan sardine memiliki kandungan Omega 3 sampai 31,174 g/100 g. Sedangkan di Thailand beberapa jenis ikannya justru memiliki kandungan yang rendah.

Tapi menurut data Lembaga Gizi Departemen Kesehatan RI, ada beberapa ikan yang ada di Indonesia yang memiliki kandungan Omega 3 sampai 10,9 g/100 g. Di antaranya seperti ikan sidat, terubuk, tenggiri, kembung, layang, bawal, seren, slengseng, tuna dan sebagainya.

Manfaat omega 3 bagi kesehatan anda
Omega 3 sangatlah bermanfaat, bahkan sejak kecil hingga dewasa kita sangat membutuhkannya. Ibu hamil juga membutuhkan Omega 3 untuk otak janinnya. Jika selama masa kehamilan ibu hamil tidak mengonsumsi Omega 3 yang cukup, maka si calon bayi akan berisiko mengalami gangguan penglihatan dan persarafan.

Banyak sekali manfaat Omega 3 bagi kesehatan manusia, diantaranya:
-untuk pertumbuhan
-untuk menormalkan tekanan jantung
-mencegah kepikunan
-mengurangi risiko serangan jantung dan stroke
-mengoptimalkan perkembangan otak bayi
-membantu penyembuhan penyakit kulit
-membantu penyembuhan penyakit arthritis
-membantu meningkatkan imunitas tubuh
-berfungsi sebagai pereda nyeri (mengurangi nyeri)
-membantu mengurangi depresi
-dll

Omega 3 dan manfaatnya bagi jantung

Untuk jantung sendiri, manfaatnya juga banyak. Manfaat utamanya adalah mencegah risiko macam-macam penyakit jantung.

Beberapa studi klinis telah membuktikan bahwa diet Omega 3 ternyata mampu menurunkan tekanan darah pada mereka yang hipertensi hingga mencapai tekanan darah normal. Hal itu bisa dibuktikan hanya dengan mengonsumsi Omega 3 kira-kira 3 gram atau lebih dari minyak ikan!

Salah satu usaha untuk menghindari penyakit jantung adalah mengurangi asupan lemak jenuh dan mengonsumsi banyak lemak tidak jenuh seperti polyunsaturated fatty acid (termasuk Omega 3) dan monounsaturated fatty acid. Minyak ikan contohnya. Minyak mampu menurunkan kadar trigliserida (lemak dalam darah) dan menurunkan risiko kematian, serangan jantung, stroke, dan ritme jantung abnormal. Minyak ikan juga dapat mencegah dan mengobati ateroskerosis (penebalan arteri)

Apa jadinya jika kita kekurangan Omega 3?
Seorang bayi yang tidak mendapatkan omega 3 yang cukup dari ibunya selama masa kehamilan akan berisiko gangguan perkembangan penglihatan juga persarafan. Nah, selain itu jika tubuh kekurangan Omega 3 maka akan muncul gejala-gejala seperti cepat lelah, kulit kering, kualitas memori ingatan menurun, gangguan jantung, depresi dan memburuknya sistem sirkulasi tubuh. Terlebih lagi untuk kesehatan jantung! Konsumsilah Omega 3 yang cukup untuk menjaga jantung anda tetap sehat!

Bukan menakut-nakuti, tetapi itulah faktanya. 🙂

Semua orang tua tentu menginginkan anaknya sehat, cerdas dan memiliki skill yang baik dan berkualitas. Buktinya sejak anak masih kecil, orang tua sudah memperhatikan perkembangannya seperti misalnya perkembangannya untuk berdiri, mengucapkan “mama” “papa”, memegang pensil dan lain-lain. Tidak henti-hentinya orang tua memberikan banyak gizi mulai dari susu, makanan berprotein dan lain-lain demi anak mereka.

Perkembangan anak atau bayi setiap umurnya berbeda-beda. Mulai dari bulan pertama hingga akhirnya menjadi seorang remaja (atau paling tidak sampai umur pra sekolah). Tidak hanya perkembangan. Pertumbuhan juga. Pada setiap umurnya, tentunya ada kemampuan yang berkembang. Maka dibuatlah patokan untuk setiap umurnya. Terkadang anak yang perkembangannya tidak sesuai dengan umur yang seharusnya selalu disebut mengalami keterlambatan.

Merupakan hal yang sangat penting sebenarnya untuk mengetahui perkembangan dan pertumbuhan anak yang kita miliki dan yang paling kita sayangi. Nah, dari pihak dokter sendiri selalu menganjurkan agar setiap orang tua mau membawa anaknya untuk memeriksakan perkembangan anaknya. Ada tesnya! Namanya KPSP atau Kuesioner Pra Skrining Perkembangan.

Ada beberapa perkembangan yang sudah menjadi suatu patokan untuk jangka waktu beberapa umur. Misalnya untuk umur 0 – 3 bulan. Anak-anak dalam jangka umur tersebut sudah memiliki kemampuan seperti:
– Mengangkat kepala setinggi 45 (derajat)
– Menggerakkan kepala dari kiri/kanan ke tengah
– Melihat dan menatap wajah kita
– Mengoceh spontan atau bereaksi dengan mengoceh
– Suka tertawa keras
– Bereaksi terkejut terhadap suara keras
– Membalas tersenyum ketika diajak bicara/tersenyum
– Mengenal ibu dengan penglihatan/penciuman/pendengaran/kontak

Bayi anda mungkin sering merepotkan anda. Bahkan setiap detiknya. Bayi yang berumur 0 – 3 bulan ini sering sekali aktif. Dan setiap orang tua juga harus merangsang atau menstimulasi bayi-bayinya untuk mampu mengembangkan gerak kasarnya. Misalnya dengan menggerakkan kedua tungkai kaki dan lengannya berulang-ulang setiap hari.

Untuk bayi yang berumur 3 – 6 bulan seharusnya sudah memiliki kemampuan seperti:
– Berbalik dari telungkup ke telentang
– Mengangkat kepala setinggi 90 (derajat)
– Mempertahankan posisi kepala tetap tegak dan stabil
– Menggenggam pensil
– Meraih benda yang ada di dalam jangkauannya
– Memegang tangannya sendiri
– Berusaha memperluas pandangannya
– Mengarahkan matanya kepada benda-benda kecil
– Mengeluarkan suara gembira, bernada tinggi, atau memekik
– Tersenyum saat melihat mainan/gambar yang menarik saat bermain sendiri

Jika perkembangannya terus dipertahankan dan terus distimulasi maka saat sudah berumur 6 – 9 bulan dia sudah harus memiliki kemampuan:
– Belajar berdiri, kedua kakinya menyangga sebagian berat badan
– Duduk
– Merangkak meraih mainan ataupun mendekati orang
– Memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lainnya
– Memungut 2 benda, masing-masin tangan memegang 1 benda pada saat yang sama
– Memungut benda-benda kecil dengan cara meraup
– Bersuara tanpa arti: “mamama, bababa, dadada, tatata”
– Mencari mainan/benda yang dijatuhkan
– Bermain tepuk tangan, “ciluk ba”
– Bergembira dengan melempar benda
– Makan kue sendiri

Adalah satu hal yang sangat membanggakan bagi orang tua bila mengetahui anaknya sehat dan normal. Bayi usia 6 – 9 bulan kemungkinan besar penambahan berat badannya akan melambat, sekitar 350 – 450 gram per bulan. Mereka ini biasanya sudah bisa makan sendiri, maka berikan kesempatan untuk mereka untuk makan sendiri boleh dengan sendok ataupun dengan tangannya. Misalnya berikan kue ke tangannya, biarkan dia memakannya.

Anak yang sudah berusia 9 – 12 bulan memiliki kemampuan seperti:
– Mengangkat badannya ke posisi berdiri
– Belajar berdiri (selama 30 detik) atau berpegangan di kursi
– Berjalan dengan dituntun
– Mengulurkan lengan / badan untuk meraih benda yang diinginkan
– Menggenggam erat pensil
– Memasukkan suatu benda ke mulut
– Mengulang menirukan bunyi yang didengar
– Menyebut 2-3 suku kata yang sama tanpa arti
– Mengeksploitasi sekitar, ingin tahu, ingin menyentuh apa saja
– Bereaksi terhadap suara yang pelan atau bisikan

Sedangkan untuk anak yang sudah berumur 12 – 18 bulan memiliki kemampuan yang lebih kompleks lagi, misalnya seperti:
– Berdiri sendiri tanpa berpegangan
– Membungkuk memungut mainan kemudian berdiri kembali
– Berjalan mundur 5 langkah
– Memanggil ayah dengan kata “papa”, memanggil ibu dengan kata “mama”
– Menumpuk 2 kubus
– Memasukkan kubus ke dalam kotak
– Menunjuk apa yang diinginkan tanpa menangis / merengek
– Memperlihatkan rasa cemburu / bersaing

Di usianya antara 12 – 18 bulan, orang tua harus lebih ekstra waspada. Anak-anak usia seperti suka sekali bergerak cepat. Mereka seolah-olah punya “permainan baru”. Berlari kesana-kesini dengan cepat. Bahkan suka berkejar-kejaran dengan teman-temannya yang lain. Di usianya yang seperti ini juga bisa jadi muncul hobi. Untuk anak laki-laki, mereka suka dengan bola baru-nya, sedangkan anak perempuan tertarik dengan boneka-bonekanya.

Pada umur 18 – 24 bulan, seorang anak sudah mampu untuk:
– Berdiri sendiri tanpa berpegangan (30 detik)
– Berjalan tanpa terhuyung-huyung
– Bertepuk tangan / melambai-lambai
– Menumpuk 4 kubus
– Memungut benda kecil dengan ibu jari dan jari telunjuk
– Menggelindingkan bola ke arah sasaran

Anak umur 2 tahun sebenarnya sudah bisa bersosialisasi dengan orang lain, paling tidak teman-teman seumurannya. Namun tidak jarang mereka bisa berteman dengan teman yang lebih tua. Sekedar ikut-ikut saja. Orang tua juga harus tetap memonitor anak-nya dalam berteman tentunya.

Anak umur 2 tahun juga memiliki kemampuan yang lebih baik lagi, misalnya mampu menyusun atau merakit mainan yang cukup rumit. Memutar skrup mainan misalnya atau memasang dan melepaskan skrup.

Selanjutnya, ketika sudah berumur sekitar 24 – 36 bulan, si anak sudah mampu untuk:
– Jalan naik tangga sendiri
– Menendang bola
– Mencoret-coretkan pensil ke kertas
– Bicara dengan baik, menggunakan 2 kata
– Dapat menunjuk satu atau lebih bagian tubuhnya kalau diminta
– Melihat gambar dan dapat menyebut dengan benar nama dua benda atau lebih
– Membantu memungut mainan sendiri / mengangkat piring bila diminta
– Makan nasi sendiri tanpa banyak tumpah
– Melepas pakaiannya sendiri

Dan untuk anak usia 36 – 48 tahun, mereka sudah bisa:
– Berdiri 1 kaki selama 2 detik
– Melompat dengan kedua kaki diangkat
– Mengayuh sepeda roda tiga
– Menggambar garis lurus
– Menumpuk 8 kubus
– Mengenal 2 – 4 warna
– Menyebut nama, umur, tempat
– Mengerti arti kata di atas, di bawah dan di depan
– Bermain bersama teman, mengikuti aturan permainan
– Memakai sepatu sendiri

Kemudian jika perkembangannya terus dipertahankan maka saat memasuki umur 48 – 60 bulan, mereka sudah mampu untuk:
– Berdiri 1 kaki selama 6 detik
– Menari
– Menggambar tanda silang
– Menggambar lingkaran
– Mengancing baju dan pakaian boneka
– Menyebut nama lengkap tanpa dibantu
– Senang menyebut kata-kata baru
– Senang bertanya tentang sesuatu
– Menjawab pertanyaan dengan kata-kata yang benar
– Menyebut angka, menghitung jari
– Bereaksi tenang dan tidak rewel ketika dipanggil ibu

Banyak yang mengatakan perkembangan anak selama umur 0 – 5 tahun adalah masa yang gemilang dimana dalam jangka waktu umur seperti ini. Disini lah waktunya untuk membentuk kepribadian ataupun karakter si anak. Di saat seperti ini juga lah mereka telah memasuki waktu yang penting dalam pengembangan intelijensi mereka.

Namun ada juga yang mengatakan masa emas / gemilang seorang anak itu antara 0 – 6 tahun. Tidak masalah. Untuk anak umur 5 – 6 tahun (60 – 72 bulan) mereka mengalami perkembangan yang lebih dibanding umur 5 tahun. Mereka ini sudah mampu untuk:
– Berjalan lurus
– Berdiri 1 kaki selama 11 detik
– Menangkap bola kecil dengan kedua tangan
– Menggambar segi empat
– Mengerti arti lawan kata
– Mengenal angka, dapat menghitung angka 5 – 10
– Mengenal warna warni
– Mengikuti aturan permainan
– Berpakaian sendiri tanpa dibantu

Anak umur 5 atau 6 tahun sudah bisa diajak untuk bersekolah. Setidaknya diawali dengan TK (Taman kanak-kanak).

Mungkin hampir semua orang sudah pernah dengar istilah-istilah tidur tertindih setan. Atau mungkin teman anda pernah bercerita tentang pengalamannya tidak bisa bangkit dari tidur di pagi hari. Dan dia menambahkan seperti melihat roh halus di atasnya yang sedang menindihnya.

Tetapi, benarkah itu? Benarkah ada roh halus yang menindih kita saat kita tertidur? Sebenarnya sudah banyak sekali artikel yang mengulas masalah ini. Istilahnya adalah “Sleep Paralysis”

Apa Sebenarnya Sleep Paralysis?
Keadaan Sleep Paralysis mengakibatkan tubuh anda sangat sulit digerakkan. Tanda-tanda lainnya mungkin seperti dada sesak, sesak napas (sulit bernapas), dan rasanya seperti dicekik.

Definisi sleep paralysis sendiri adalah periode saat terjadi ketidakmampuan melakukan gerakan secara sadar baik saat tidur maupun saat terbangun. Sederhananya anda tidak dapat bergerak selama beberapa saat ketika terbangun dari tidur. Hal ini sebenarnya adalah hal normal. Dan tidak ada sangkut pautnya dengan roh halus disini. Itu hanya mitos!

Mengapa bisa terjadi demikian?

Hal ini bisa dijelaskan secara medis. Dalam bidang kedokteran ada istilah REM (Rapid Eye Movement). Dimana fase REM merupakan fase seseorang mengalami tidur yang paling dalam. Selama fase ini, tubuh tidak saling berhubungan dengan otak sehingga terjadi paralisis pada tubuh. Nah, sleep paralisis baru akan terjadi bila pikiran kita keluar dari fase REM sementara tubuh masih belum berhubungan dengan otak.

Menurut Dr. Max Hirshkowitz, ahli dari Sleep Disorder Center, sleep paralysis sering terjadi ketika otak mengalami transisi antara mimpi dengan kondisi sadar. Sebab selama fase REM mimpi dalam, otak mematikan fungsi gerak seluruh tubuh sehingga tidak bisa bergerak. Namun terkadang otak mampu menyelesaikan mimpi dan kondisi lumpuh sementara dengan sempurna. Sehingga sleep paralysis tidak terjadi.

Siapa saja bisa mengalami sleep paralysis baik itu laki-laki ataupun perempuan. Menurut survey Gallup tahun 1992, kebanyakan orang dewasa lah yang mengalami sleep paralysis ini, terlebih lagi para remaja.

Tidak ada sangkut pautnya dengan roh halus kah?
Sama sekali tidak ada. Dan kebanyakan orang (bahkan hampir semua) yang pernah mengalami sleep paralysis sering berhalusinasi. Mereka seolah-olah melihat ada semacam sosok yang berada di atas mereka. Sosok dengan kondisi yang menyeramkan dan sedang duduk di atas mereka. Itu hanya halusinasi. Sebenarnya itu sama sekali tidak ada. Otak mengirimkan gambaran-gambaran yang kita takuti saat kita tidak dapat menggerakkan tubuh kita. Dan itu hampir kita sebut hal yang normal. Itu hanya respon otak saja.

Bagaimana menghindari sleep paralysis?
Sleep Paralysis bisa terjadi sering. Dan gangguan ini ibarat teror yang menghantui setiap paginya jika terjadi terlalu sering. Namun ini tidak terlalu membahayakan.

Kemungkinan besar sleep paralysis ini terjadi dikarenakan stres atau terlalu kelelahan. Maka biasakanlah untuk istirahat yang cukup dan teratur. Olahraga juga perlu. Usahakan teratur. Dan jangan olahraga yang berlebih sebelum tidur.

Dan ada beberapa hal lain yang mungkin bisa bermanfaat seperti:
-jangan biarkan perut lapar sebelum tidur
-sebisa mungkin hindari minum kopi terlalu sering sebelum tidur
-tidur cukup (6-8 jam tiap malam) dan teratur
-usahakan posisi tidur berubah-ubah.
-mengonsumsi diet yang seimbang
-banyak minum cairan

Semoga bermanfaat,
Salam sehat

Hampir semua orang telah mengenali istilah penyakit tetanus. Ciri atau tanda penyakit ini amat khas, yaitu “kaku otot”. Dan biasanya bisa mencakup keseluruhan tubuh. Siapa saja bisa terkena. Tidak peduli umur ataupun jenis kelamin. Artinya setiap orang memiliki peluang yang sama menderita tetanus. Sialnya, tetanus bisa mengakibatkan kematian. Lalu bagaimana cara kita agar terlindung dari tetanus?

Apa itu Tetanus?
Tetanus merupakan penyakit akibat infeksi bakteri Clostridium tetani yang ditandai dengan meningkatnya tonus otot dan spasme. Penyakit ini masih menjadi salah satu penyakit yang penting di negara beriklim tropis seperti di Indonesia terutama di daerah pertanian ataupun pedesaan.

Bakteri Clostridium tetani pertama kali diisolasi oleh S. Kitosato pada tahun 1899 ketika dia sedang bekerja dengan R. Coch di Jerman. Dia juga lah yang pertama menemukan toksin tetanus sekaligus mengembangkan vaksin tetanus.

Anak-anak sangat rentan terhadap penyakit ini karena mereka sering terluka dan ditambah lagi kurangnya perhatian mereka terhadap kebersihan luka mereka. Bahkan bayi yang baru lahir juga berpeluang menderita tetanus. Bayi dapat terkena tetanus saat pemotongan tali pusat. Ini yang kita sebut dengan istilah “Tetanus Neonatorum”.

Seperti yang telah kita ketahui, bakteri Clostridium tetani ini menyerang lewat kontaminasi luka dari tanah, debu, kotoran hewan dan sebagainya. Maka sering dijadikan salah satu alasan diagnosis dari tetanus jika ditemukan luka pada si pasien beberapa hari sebelum muncul gejala tetanus.

Apa saja gejala Tetanus?
Bakteri Clostridium tetani masuk ke dalam tubuh lewat luka yang terbuka. Kira-kira setelah satu atau minggu barulah gejala-gejalanya akan terlihat. Penyakit ini diawali dengan gejala sakit kepala, gelisah, dan nyeri pada otot rahang. Dan akhirnya beberapa otot tubuh mulai sakit paa[ seperti di leher, perut, kaki, tangan dan wajah. Terkadang kejang bisa muncul jika rasa sakit menjadi berlebihan.

Selain kejang pada otot, tetanus juga mengakibatkan kejang pada mulut. Ini juga termasuk gejala yang paling umum. Ini akibat dari kejangnya otot-otot rahang yang bertanggung jawab untuk mengunyah. Penderita yang mengalami kejang pada mulut terlihat seolah-olah “senyum sinis” yang sering juga dijadikan salah satu tanda tetanus. Gambaran senyum senis ini dalam medis disebut sardonicus risus).

Gejala tetanus antara anak yang sudah besar dengan bayi kurang lebih sama hanya saja bayi memiliki peluang mendapatkan kematian lebih besar. Bayi yang terkena tetanus memiliki gejala antara lain demam, terus-menerus menangis, tidak mau menyusui, dan daerah pusat terlihat merah dan bengkak.

Clostridium tetani memiliki toksin yang disebut tetanospasmin. Toksin atau racun ini mampu mempengaruhi sistem saraf dan mengakibatkan kejang otot yang parah dan menyakitkan. Dan akhirnya tubuh bisa terlihat sangat bengkok akibat tubuh yang tegang berlebihan (tubuh bagian belakang terlihat melengkung).

Tetanospasmin mampu mengikat saraf motorik yang mengontrol otot, memasuki akson (filament yang memanjang dari sel-sel saraf), dan perjalanan dalam akson sampai mencapai tubuh saraf motorik di sumsum tulang belakang atau otak (proses transportasi intraneuronal disebut retrograde). Kemudian toksin bermigrasi ke dalam sinaps (ruang kecil antara sel-sel saraf penting untuk transmisi sinyal di antara sel saraf) di mana ia mengikat ke terminal saraf presynaptic dan menghambat atau menghentikan pelepasan neurotransmitter inhibisi tertentu (glisin dan asam gamma-aminobutyric).
Karena saraf motorik tidak memiliki hambat sinyal dari saraf lainnya, sinyal kimia pada saraf motorik dari otot semakin intensif, menyebabkan otot untuk memperketat kontraksi terus-menerus atau kejang. Jika tetanospasmin mencapai aliran darah atau pembuluh limfatik dari situs luka, dapat disimpan di banyak terminal presynaptic berbeda sehingga efek yang sama pada otot lain.

Bisakah diobati?
Tentu saja bisa! Biasanya penderita tetanus dianjurkan untuk dirawat di rumah sakit untuk menerima terapi cairan dan obat untuk mengontrol otot-otot yang kaku dan sakit. Luka tempat masuknya tetanus juga akan dibersihkan oleh dokter.

Obat-obat yang akan diberikan antara antibiotik dan juga Anti Tetanus Serum (ATS) untuk menetralisir toksin tetanus. Biasanya penderita tetanus akan pulih dengan baik, namun untuk penderita dengan kasus yang berat sekitar 80-90% akan mengalami kematian.

Sasaran dari pengobatan tetanus ini adalah menghentikan produksi toksin, menetralkan efeknya dan mengendalikan kejang otot. Jika toksin sudah terlalu banyak beredar dalam tubuh, maka pengobatan harus diarahkan dengan menetralkannya dengan obat antitoksin. Untungnya toksin tetanus ini tidak menyebabkan kerusakan sistem saraf yang permanen setelah penderita sembuh, namun penderita masih memerlukan imunisasi aktif sebab penyakit tetanus tidak memberikan imunisasi alami terhadap infeksi berulang.

Mari kita cegah!
Pencegahan masih lebih baik dibanding pengobatannya. Pencegahan bisa dengan vaksinasi saat masih bayi. Terkadang vaksin ini diberikan bersamaan dengan vaksin difteri (TD) ataupun bersama vaksin pertusis (DTP).

Metode sanitasi yang baik juga sangat dibutuhkan dalam penanganan kelahiran bayi. Masalahnya, masih banyak bidan-bidan desa yang kurang memperhatikan kebersihan saat membantu persalinan. Menurut catatan program vaksinasi tetanus, sudah ada setidaknya tiga kasus tetanus neonatal, dan setiap kasusnya adalah ibu-ibu yang tidak lengkap riwayat imunisasi tetanus toksoid-nya.

Imunisasi tetanus toksoid merupakan salah satu upaya pencegahan terhadap infeksi tetanus. Dan imunisasi ini hanya dikhususkan bagi mereka yang sudah berumur tujuh tahun ke atas. Jenis imunisasi ini dilakukan minimal lima kali seumur hidup untuk mendapatkan kekebalan penuh. Nah, namun faktanya imunisasi ini sering diabaikan, sehingga pada akhirnya pemerintah menganjurkan imunisasi dilakukan pada pasangan calon suami-istri. Hal ini berguna untuk bayi yang akan dilahirkan nanti.

Selain imunisasi, pembersihan luka secara menyeluruh juga sangatlah penting. Cobalah untuk membersihkan luka dengan air bersih dan sabun lalu keluarkan kotoran-kotoran lukanya. Kesimpulannya, jangan pernah anggap remeh dengan luka yang ada pada anak anda!

Bacaan lebih lanjut:
– Ilmu Penyakit Dalam FKUI: 1777-1779
– “Luka Terkena Benda Tajam, Hati-hati Tetanus!” oleh dr. Arie Yulianto
– “Anak-anak dan tetanus” at http://scumdoctor.com