Ada ruam kupu-kupu pada wajah anda? Waspadai Lupus Erythematosus!

APA ITU LUPUS ERYTHEMATOSUS?
Lupus Erythematosus adalah penyakit yang melibatkan sistem imun tubuh yang ditandai dengan adanya produksi antibodi terhadap komponen-komponen inti sel tubuh. Penyakit ini disebut juga Systemic Lupus Erythematosus (selanjutnya disingkat menjadi SLE).

SLE juga termasuk penyakit reumatik yang cukup banyak dibahas di dunia. Kebanyakan penyakit ini diderita oleh wanita. Perbandingan antara pria dan wanita sekitar 1:5.

Ada beberapa ras tertentu yang sering mengidap SLE, antara lain bangsa negro, Cina dan mungkin juga Filipina. Dan SLE ini ditemukan pada semua usia, namun kasus yang sering didapati sekitar berumur 15 – 40 tahun.

APA SAJA YANG MENJADI TANDA DAN GEJALA “SLE”?
Tanda yang paling sering dikenal pada SLE adalah munculnya ruam merah pada wajah yang mirip dengan kupu-kupu. Biasanya jika telah ditemukan kasus pasien dengan tanda seperti itu, kemungkinan besar pasien tersebut menderita SLE.

Tanda atau gejala lainnya dari SLE telah dinyatakan oleh “American College of Rheumatology” yaitu 11 kriteria untuk klasifikasi SLE. Kesebelas kriteria tersebut antara lain:
-Ruam malar
-Ruam diskoid
-Fotosensitivitas (sensitivitas pada cahaya)
-Ulserasi (semacam luka) di mulut atau nasofaring
-Artritis
-Serositis (radang membran serosa), yaitu pleuritis (radang pleura) atau perikarditis (radang perikardium)
-Kelainan ginjal, yaitu proteinuria (adanya protein pada urin) persisten >0.5 gr/hari
-Kelainan neurologik, yaitu kejang-kejang
-Kelainan hematologik, yaitu anemia hemolitik atau leukopenia
-kelainan imunologik, yaitu ditemukan adanya sel LE positif atau anti DNA positif
-adanya antibodi antinuklear.
Selain itu, gejala atau tanda lainnya yang sering ditemukan antara lain penurunan berat badan, demam, dan kelainan tulang seperti pada arthritis.

APA SAJA PENYEBAB DARI PENYAKIT INI?

Hampir semua manifestasi klinik Lupus Erythematosus disebabkan karena efek dari kompleks imun di berbagai jaringan ataupun efek langsung antibodi pada komponen permukaan sel.
Penyebab Lupus Erythematosus ada banyak, diantaranya:
-Menurunnya aktivitas sel T supressor dan T sitotoksik
-Sel T helper meningkat
-Berkurangnya toleransi imun (hal ini sudah diuji pada hewan coba).
-Fotosensitivitas atau cahaya dari matahari mampu memicu aktifnya kembali SLE pada penderita SLE.
-adanya hormon estrogen dianggap menjadi salah satu faktor pada SLE.
Diduga juga bahwa penyakit ini bisa dituru”nkan dari ibu ke anak. Jika seorang ibu menderita SLE, 2.5% kemungkinan anak perempuannya menderita SLE sedangkan peluang untuk anak laki-lakinya sekitar 0.4%.

Selain itu obat-obatan juga dapat memicu terjadinya SLE. Atau biasa disebut “Drug-induced SLE” (SLE terinduksi obat). Umumnya terjadi akibat efek samping dari obat-obat:
-hydralazine (Apresoline) untuk tekanan darah tinggi
-quinidine (quinidine sulfate, quinidine gluconate)
-procainamide (Pronestyl) untuk abnormal heart rhythms
-phenytoin (Dilantin) untuk epilepsi
-isoniazid (Nydrazid, Laniazid) untuk tuberculosis
-d-penicillanmine untuk rheumatoid arthritis
Walau obat-obat ini dapat menginduksi terjadinya SLE, namun kasus kejadian SLE akibat induksi obat ini cukup jarang.

TERAPI APA YANG TEPAT UNTUK PENYAKIT “SLE”?

Terapi dilakukan berdasarkan tingkat keparahan SLE dan sistem tubuh yang mana yang terlibat. Pasien SLE dengan nyeri sendi biasanya dianjurkan untuk mengonsumsi obat acetaminophen atau ibuprofen untuk mengatasi rasa nyeri.

Obat lain yang sering digunakan adalah obat antimalarial. Pada pasien SLE, obat ini berfungsi untuk mencegah dan mengobati malaria (demam). Dan juga didapati bahwa obat antimalarial juga membantu mengobati SLE. Selain itu Obat antimalarial juga bermanfaat untuk ruam pada kulit dan nyeri pada sendi.

Tambahan lain untuk penderita SLE adalah vitamin D suplemen. Sebab pasien SLE sangat dianjurkan untuk menghindari cahaya matahari. Itu sebabnya untuk menghindari kerapuhan tulang pasien SLE diberikan vitamin D suplemen.

Sebenarnya hampir belum ada obat yang benar-benar menyembuhkan SLE. Yang ada hanya obat yang mengobati gejala-gejala SLE saja. Setidaknya pasien SLE mampu bertahan hidup.

APA SAJA KOMPLIKASI DARI “SLE”?
Yang menjadi komplikasi SLE antara lain:
-vaskulitis (radang pembuluh)
-perikarditis
-myokarditis
-anemia hemolitik
-intravaskular trombosis
Glukokortikoid disebut juga sebagai salah satu pilihan obat untuk pasien SLE. Namun, obat ini bisa juga memperburuk kondisi SLE jika diberikan dengan dosis yang tinggi.

APA SAJA YANG HARUS DILAKUKAN UNTUK MENCEGAH “SLE”?
Penderita SLE sebenarnya bisa hidup dengan normal asalkan mampu mencegah atau melindungi diri dari penyebab atau pemicu SLE. Hal-hal yang bisa dilakukan antara lain:
-Hindari sinar matahari berlebih. Jika keluar rumah pada siang hari biasakan untuk pakai payung atau topi. Pakaian yang dianjurkan adalah pakaian lengan panjang. Bagi anda yang pekerja kantor hindari sinar matahari dari jendela.
-Cukup istirahat dan hindari kegiatan yang terlalu sibuk juga bermanfaat.
-Makan makanan sehat dan berolahraga secara teratur.
-Hindari infeksi misalnya infeksi dari tato atau infeksi lainnya. Karena sebagian besar obat untuk SLE menekan sistem imun, sehingga sangat diharapkan agar penderita SLE untuk menghindari infeksi.
-bagi remaja perempuan sangat dianjurkan untuk tidak mengonsumsi obat-obatan yang mengandung hormon estrogen.

SUMBER REFERENSI:
-Leber, Mark J, MD, MPH, FACEP (October 2009). “Systemic Lupus Erythematosus”, http://www.emedicine.com
-Burch, Joanna M, MD. “Neonatal Lupus Erythematosus”, http://www.emedicine.com- Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia. “Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam”. Penerbitan IPD FKUI Pusat. Jakarta. 2007: 1214 – 1221

Kata kunci: ruam malar

Virus Ebola mudah menyebar dengan cepat. Pertama kali infeksi dimulai dari penularan dari hewan yang terinfeksi ke manusia. Nah, dari situ nantinya manusia meneruskan rantai penyakit ini ke manusia yang lain.
Penyebaran virus Ebola antar manusia bisa melalui makanan atau berpegangan. Kontak langsung dengan darah atau cairan yang terkontaminasi juga bisa menginfeksi manusia. Tidak hanya itu, manusia juga bisa terinfeksi hanya dengan menyentuh objek (misalnya jarum) yang sudah terkontaminasi.

JADI, APA SEBENARNYA VIRUS EBOLA ITU?
Virus Ebola sebenarnya termasuk salah satu virus yang menyebabkan sindrom demam berdarah. Epidemi virus Ebola ini tinggi di daerah Afrika termasuk Zaire, Gabon, Pantai Gading, dan Sudan.

Biasanya virus Ebola ini dapat menyebar dengan cepat pada satu keluarga. Dimana jika salah satu anggota keluarga terinfeksi, anggota yang lain dengan mudah terinfeksi juga.

APA SAJA YANG MENJADI GEJALA DAN TANDA PENYAKIT INFEKSI EBOLA?
Ada baiknya jika kita mengenali gejala-gejala awal dari infeksi virus Ebola ini. Biasanya gejala awal yang tampak seperti demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, sakit perut dan diare. Terkadang disertai dengan sakit tenggorokan, cegukan, dan mata merah dan gatal.
Tanda-tanda dan gejala lain yang biasanya muncul antara lain muntah, perdarahan pada hidung, muntah darah, dan mata berdarah.
Selanjutnya pada kondisi yang lebih parah dapat ditemukan nyeri dada, shok bahkan tidak jarang berakhir dengan kematian.
Untuk itu sangatlah baik jika kita mengenali apa-apa saja yang menjadi penyebab penyakit infeksi ini.

HAL APA SAJA YANG MENJADI PENYEBAB PENYAKIT INFEKSI EBOLA?
Demam berdarah Ebola disebabkan oleh 4 dari 5 spesies Ebola. Keempat virus tersebut antara lain EBO-Z, Ebola Virus Sudan (EBO-S), Ebola virus Côte-d’Ivoire (EBO-C), dan Ebola virus Bundibugyo (EBO-B). Sedangkan spesies Ebola kelima adalah Ebola virus Reston (EBO-R). Spesies EBO-R sebenarnya bisa juga menginfeksi manusia, namun sekarang ini telah dilaporkan bahwa infeksi EBO-R tidak menyebabkan penyakit.

Pria dan wanita memiliki peluang yang sama terkena infeksi Ebola. Misalnya pria. Pria yang bekerja di hutan (terutama di Afrika atau Filipina) memiliki risiko yang lebih besar terinfeksi virus Ebola.
Nah, jika kebetulan anda telah terinfeksi virus ini, sangat dianjurkan bagi anda untuk mendapat terapi yang tepat agar semua keluhan di atas dapat teratasi.

KALAU BEGITU TERAPI APA YANG TEPAT UNTUK PENYAKIT INFEKSI EBOLA?
Sebenarnya tidak ada pengobatan khusus untuk penyakit ini. Untuk saat ini pasien hanya mendapat terapi pendukung seperti cairan elektrolit yang berfungsi untuk mempertahankan kadar oksigen dan tekanan darah si pasien.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam terapi penyakit infeksi Ebola.
?Perawatan harus diberikan secara ketat. Karena virus Ebola sangat mudah menular
?Semua cairan yang keluar dari tubuh pasien baik itu liur, urin, ataupun darah harus ditangani secara hati-hati. Karena dari cairan-cairan ini virus Ebola pun dapat menular.
?Jika pasien meninggal, sebisa mungkin dikubur secepatnya dengan kontak sedikit mungkin.

APA SAJA KOMPLIKASI DARI PENYAKIT INI?
Kebanyakan dari penderita infeksi Ebola Virus mengalami komplikasi di mata. Komplikasi yang diderita antara lain nyeri pada mata, takut pada cahaya (photophobia), pengeluaran air mata berlebih (lacrimasi meningkat), dan kemampuan penglihatan berkurang.

Komplikasi lain yang sering terjadi antara lain nyeri otot (myalgia), sakit kepala, lemah, rambut rontok, berhentinya menstruasi, dan telinga terus-menerus berdengung (tinnitus).

APA SAJA YANG HARUS DILAKUKAN UNTUK MENCEGAH PENYAKIT INFEKSI EBOLA?
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, virus Ebola mampu menular dari satu manusia ke manusia lain hanya dengan kontak langsung saja. Untuk itu pencegahan terhadap penyakit infeksi Ebola ini pun cukup sulit.
Yang paling terutama adalah menghindari kontak langsung dengan orang yang terinfeksi virus Ebola sebisa mungkin. Apabila ada anggota keluarga terinfeksi virus ini sangat dianjurkan agar orang tersebut dirawat di rumah sakit. Begitu juga apabila ada teman anda yang meninggal akibat penyakit ini, usahakan jangan ada kontak langsung dengannya.

Dan bagi anda yang bekerja di hutan daerah epidemi penularan virus Ebola, sangat dianjurkan untuk selalu memakai sarung tangan agar tidak kontak langsung dengan objek-objek yang mungkin telah terkontaminasi.

SUMBER REFERENSI:
– King, John W. MD. (April 2010). “Ebola Virus”. http://www.emedicine.com

Anda punya hewan peliharaan di rumah? Sungguh menyenangkan memang jika kita memiliki hewan peliharaan. Walau mungkin cukup menyibukan kita tapi kita cukup menyenangi mereka.

Namun beberapa orang tidak bisa menikmati kesenangan ini? Mengapa? Karena ada beberapa orang yang alergi terhadap bulu binatang. Langsung muncul keluhan sesudah kontak dengan hewan.

Mengapa bisa terjadi demikian?
Alergi bulu binatang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap alergen. Awalnya tubuh akan menciptakan antibodi penyebab alergi. Nah ketika alergen dari bulu binatang terhirup maka sistem kekebalan tubuh akan merespon sehingga menghasilkan tanda dan gejala alergi. Gejala yang paling tampak terutama di saluran napas.

Biasanya bulu binatang yang sering memicu terjadi alergi antara lain bulu kucing, anjing, tikus dan kuda.

Namun penelitian terbaru menyebutkan bahwa bukan bulu yang menyebabkan alergi, tetapi benda kecil dibawah bulu lah yang merupakan alergen. Ibarat ketombe pada rambut manusia, begitu pula alergen ini berada dibawah bulu-bulu binatang. Namun ukurannya jauh lebih kecil daripada ketombe bahkan sekitar mikrometer.

Apa saja gejala yang dapat muncul?
Gejala sering muncul sesudah kontak dengan hewan peliharaan.
-bersin
-hidung gatal dan kemerahan
-mata berair
-batuk
-muncul ruam kemerahan di kulit
-asma dapat kambuh (pada penderita asma
Namun harus selalu diperhatikan, tidak semua alergi saat memegang atau dekat dengan hewan disebut alergi hewan. Bisa jadi sebenarnya orang tersebut alergi yang lain tapi bersamaan dengan memegang hewan. Jadi untuk memastikan seseorang menderita alergi hewan adalah harus ada riwayat gejala alergi sesudah kontak dengan hewan.

Bagaimana kalau tidak selalu terjadi alergi walau sering kontak dengan hewan? Berarti itu bukan alergi hewan. Alergi hewan ditandai adanya gejala setiap kali terjadi kontak dengan hewan. Selain riwayat kontak juga harus dipastikan dengan tes darah.

Bagaimana penanganan yang tepat untuk masalah ini?
-Langkah utama untuk menangani alergi hewan adalah menjauhi penyebabnya. Dengan kata lain menjauhi hewan penyebabnya. Hal ini bisa dilakukan dengan menempatkannya dalam kandang. Upayakan kandangnya jangan terlalu sempit supaya hewan peliharaan kita tidak terlalu terkekang.
-Kalau hal tersebut terdengar cukup sulit dilakukan, anda dapat membatasi pergerakannya. Misalnya melarangnya untuk tidak masuk ke dalam kamar tidur atau bahkan melarangnya ke dalam rumah. Hindarkan juga kucing peliharaan untuk naik ke atas sofa.
-Rajinlah untuk memandikan hewan peliharaan satu atau dua kali seminggu.
-Selalu cuci tangan setiap kali sesudah memegang hewan peliharaan
-Langkah terakhir, konsumsi obat antihistamin seperti contohnya CTM.

Tes buta warna adalah salah satu tes yang diwajibkan dalam tes kesehatan. Dan metode tes buta warna yang sering digunakan adalah metode tes Ishihara oleh dr. Shinobu Ishihara. Dokter mata biasanya memiliki buku Ishihara yang terdiri dari 38 gambar (38 plates) untuk diuji pada pasiennya. Nah, gambar-gambar ini lah yang dimasukkan ke dalam satu software untuk dijadikan sebagai software tes buta warna.

Kali ini, software yang saya buat adalah tes buta warna dengan metode Ishihara, tes singkat buta warna (8 gambar yang diambil dari koleksi buku Ishihara), dan tes buta warna dengan bentuk bangun dua dimensi.

Hasil tes dari software ini ada tiga. Yaitu normal, buta warna parsial dan buta warna total. Ketiga hasil ini bisa diperoleh dari pengujian terhadap 38 gambar metode Ishihara. Gambar nomor satu hingga 25 merupakan soal tebak angka. Seseorang dengan berpenglihatan normal harus menjawab normal dari soal nomor 1 hingga 17 dan soal nomor 22 hingga 25. Kecuali untuk nomor 18 hingga 21 hanya bisa dilihat dengan jelas oleh penderita buta warna. Soal nomor 26 hingga 38 adalah soal dimana seseorang harus melihat susuran garis pada gambar. Orang normal mampu melihat jalur garis pada soal nomor 26 hingga 38 kecuali nomor 27 dan 28 karena kedua gambar ini dapat dilihat jelas oleh penderita buta warna.

Untuk soal nomor 1 dan 38 seharusnya dapat dilihat dengan jelas oleh orang normal dan penderita buta warna parsial kecuali buta warna total. Jadi sebenarnya hanya dengan kedua gambar ini biasanya sudah bisa dibedakan antara penderita buta warna total dengan orang normal + penderita buta warna parsial.

Dengan diagnosis dari tiap soal yang telah dijelaskan diatas maka dapat ditarik penilaian dari hasil yang telah dijawab oleh peserta tes.

Software ini menyediakan 3 tipe tes. Tes lengkap, tes singkat dan tes dengan soal bentuk bangun dua dimensi.


Ini adalah salah satu contoh uji tes buta warna Ishihara (soal nomor satu). Tipe soal ini dimulai dari nomor 1 hingga soal nomor 25.

Sedangkan untuk nomor 26 hingga 38, tipe soalnya seperti gambar berikut:

Hasil dari tes akan ditunjukkan seperti gambar berikut:

Tidak Cuma itui, dalam software ini disediakan juga test singkat kalau memang anda tidak punya banyak waktu. Pada tes singkat ini, penjelasan sudah disertakan..

Dan yang terakhir adalah tes buta warna dengan bentuk bangun dua dimensi.

Software Kedokteran

Software Kedokteran Tes Buta warna

Sekian dan terima kasih.

“DOWNLOAD”

Sekarang ini masyarakat tampaknya sudah tahu bahwa diabetes itu terbagi atas dua tipe. Ini bukan hal yang baru lagi. Mengapa? Sebab seiring waktu jumlah penderita diabetes semakin banyak.

Pengobatan sering menjadi masalah. Terutama pengobatan oral yang membutuhkan pola konsumsi yang teratur dan bersyarat. Umumnya penderita diabetes tipe 1 tidak mengonsumsi pengobatan oral. Mereka lebih sering memakai injeksi insulin. Berbeda dengan diabetes tipe 2 yang harus mengonsumsi pengobatan oral.

Apa saja obat yang perlu dikonsumsi bagi penderita diabetes tipe 2?
Banyak jenisnya. Bahkan sekarang sudah banyak perusahaan obat yang memproduksi bermacam-macam obat diabetes (khususnya tipe 2). Contoh obat-obat yang sering diberikan pada penderita diabetes tipe dua antara lain sulfonylureas, biguanides, Alpha-glucosidase inhibitor , thiazolidinediones, dan meglitinides.

Setiap obatnya memiliki cara kerja yang berbeda, manfaat yang berbeda, dan efek samping yang berbeda. Cara meminum obatnya pun berbeda!

Sulfonylureas

Obat jenis ini merangsang pankreas untuk menghasilkan insulin lebih banyak lagi yang kemudian akan menurunkan kadar gula darah. Dikarenakan obat ini sangat bergantung pada pankreas, maka penderita diabetes yang memiliki gangguan pada pankreas tidak dianjurkan meminum obat ini. Juga bagi mereka yang memiliki alergi terhadap obat golongan sulfa tidak dibenarkan mengonsumsi obat sulfonylureas.

Obat ini mampu bekerja sepanjang hari, jadi sebenarnya cukup makan sekali sehari. Sebagian yang lain mengonsumsinya dua kali sehari. Tetapi walau demikian, tetaplah memakannya sesuai anjuran dokter Anda.

Obat sulfonylureas ini harus dikonsumsi 15 menit – 30 menit sebelum makan. Kalau misalnya obat ini diresepkan sekali sehari maka obat ini harus dikonsumsi sebelum makan pagi setiap hari. Kalau Anda mengonsumsinya dua kali sehari maka lebih baik dimakan sebelum makan pagi dan sebelum makan malam setiap hari.

Contoh obat-obat yang tergolong sulfonylureas antara lain glibenclamide, glyburide, glipizide, dan glimepiride.

Biguanides
Obat ini mampu menurunkan kadar glukosa darah dengan dua cara yaitu mengurangi proses hepatic gluconeogenesis yang normalnya memproduksi glukosa dan cara kedua yaitu meningkatkan sensitivitas insulin terhadap glukosa. Obat ini tidak meningkat kadar insulin. Bahkan dalam beberapa kasus obat ini justru mengurangi insulin.

Terkadang obat biguanides ini dapat mengurangi berat badan sehingga bisa memudahkan kita untuk mengontrol lemak dalam darah dan kolesterol.

Obat ini bisa dikonsumsi dua atau tiga kali sehari dan dimakan bersamaan saat makan (makan pagi, siang atau malam). Contoh obat biguanides antara lain metformin (glucophage).

Alpha-glucosidase inhibitor

Kini sudah ada dua jenis obat yang tergolong alpha-glucosidase inhibitor, yaitu acarbose (precose) dan miglitol (glyset). Obat-obat golongan ini bekerja dengan cara menghambat enzim yang mencerna amilum (pati). Sehingga dampaknya akan memperlambat peningkatan kadar glukosa darah atau bahkan menurunkannya. Obat ini boleh dimakan sampai tiga kali sehari dan harus dimakan bersama suapan pertama setiap makan.

Thiazolidinediones
Obat generik dari jenis obat ini adalah pioglitazone dan troglitazone. Obat ini bekerja dengan cara meningkatkan sensitivitas sel terhadap insulin, agar glukosa dalam darah dapat masuk dengan mudah ke dalam sel sebagai energi.

Pioglitazone umumnya dimakan satu kali sehari dan harus teratur setiap harinya. Boleh dimakan tanpa atau dengan makanan. Biasanya dimakan saat pagi hari. Berbeda dengan troglitazone yang boleh dikonsumsi satu kali atau dua kali sehari. Namun harus dengan waktu yang teratur pula.

Cara makan obat yang berbeda!
Jadi, dari sekian banyak jenis obat anti-diabetes, setiap obatnya memiliki cara konsumsi yang berbeda. Dan ini harus diperhatikan untuk mendapat hasil atau dampak yang efektif!

Referensi:
Type 2 Diabetes Mellitus Medication, emedicine.com
When to take metformin, diabetesforums.com
Precose and Glyset (Starch Blockers), diabetesnet.com
Medications for Diabetes – Oral Medications, lifeclinic.com