siank dr.sam mau tanya nich,,,
saya punya keponkan sekitar usia 3 tahun kurang lebih, dia punya berat badan sekita 10 kg dan susah bgt naiknya,, uda berbagai suplemen peninggkat nafsu akan dikasi tetap aja berat badan nya gak tambah-tambah,,udah 4 hari ini kelenjar di belakang telinga nya tumbuh atau membesar dy juga susah makan,,apa ada kemingkinan nich dy terinfeksi TB,,?
krana saya juga punya ibu yang udah dinyatakan +TB,,
udah 4bulan jalan perawatannya,,
apa juga ada kemungkinan yang 1 atap dengan ibu terkena TB,,,?

Jawab:

Selamat Siang.

Benjolan di leher atau di belakang telinga memang bisa jadi salah satu ciri dari TB. TB Kelenjar. Tapi bisa jadi juga kelainan lain seperti limfoma atau limfadenitis atau penyakit lain. Atau bahkan bisa juga hanya benjolan biasa.

Kalau masalah penularan TB dalam satu rumah, mungkin terjadi. Karena kumannya bisa tertular lewat udara dan sering terjadi karena kontak yang erat dengan pasien.

Terima kasih,
Salam sehat

dr. Samuel Sembiring
dokter@samuelkarta.com

Punya pertanyaan untuk konsultasi? klik disini

Siang dr. Sam. Mau tanya nih. Udah 2 minggu ini batukku gak sembuh”. aku takut ini TBC. Batukku kering gak berdahak. tapi batuknya gak parah” amat lah…

Yang mau aku tanya, ciri-ciri TBC itu kayak mana ya?
TQ

Jawab:
Selamat siang juga.
TBC (tuberkulosis) merupakan penyakit akibat infeksi bakteri Mycobacterium tuberkulosis yang sistemik. Penularan penyakit ini bisa lewat udara dan masuk ke saluran pernafasan.

Misalnya, seseorang kontak dengan penderita TBC. Orang seperti ini tentu punya risiko terkena TBC juga. Walau tidak 100%.

Gejala TBC antara lain:
-batuk lama. Bisa lebih dari 30 hari.
-berat badan turun tanpa sebab yang jelas.
-demam lama dan berulang tanpa sebab.
-hilang selera makan
-terkadang ada diare
-pembesaran kelenjar limfe

Nah, untuk memastikan diagnosis TBC sendiri harus ada dilakukan beberapa pemeriksaan. Misalnya
-uji tuberkulin. Nilainya harus positif.
-foto Rontgen paru
-ada respon yang baik dengan pengobatan OAT (Obat anti tuberkulosis)
-pemeriksaan sputum ditemukan bakateri Mycobacterium tuberkulosis

Mungkin cukup sekian. Semoga kamu bisa dapat gambaran dengan penjelasan ini.

Terima kasih.
Semoga bermanfaat

dr. Samuel Sembiring
dokter@samuelkarta.com
Punya pertanyaan untuk konsultasi? Klik disini

saya mau tanya. Saya baru melahirkan sekitar satu bulan yang lalu. Alhamdulilah bayi saya tidak ada kelainan. Namun entah kenapa dari dulu sampai saat ini badannya terasa agaka demam. Pernah paling tinggi (38.5 derajat C) Demamnya naik turun terus.

Terus, saya cari info terus di internet tentang demam pada anak bayi, dan kebanyakan yang saya dapatkan info tentang “sepsis”

jdi, yang mau saya tanyakan, apa mungkin anak saya terkena sepsis? Dan mohon dijelaskan apa itu sepsis.

Terima kasih.

(T)

Jawab:
Sebelumnya saya ucapkan selamat atas kelahiran bayi anda bu.

Nah, begini. Sepsis itu merupakan kondisi dimana terjadi infeksi akibat beredarnya kuman dalam darah. Penyebab infeksinya biasanya adalah bakteri.

Bayi yang baru lahir, sudah seharusnya kondisinya sehat. Artinya, tidak panas atau demam. Nah, jika bayi anda lahir dalam kondisi yang seperti yang anda jelaskan tadi, maka memang sudah seharusnya kita cari penyebabnya.

Penyebab demam pada bayi baru lahir ada banyak, dan salah satunya kemungkinan besar adalah sepsis. Ada beberapa faktor yang perlu anda ketahui yang dapat menyebabkan sepsis pada bayi.
Misalnya faktor ibu antara lain ibu demam, infeksi saluran kemiih, ketuban pecah dini dan keputihan. Faktor dari bayi sendiri antara lain lahir prematur, daya tahan tubuh bayi yang rendah dan berat badan lahir rendah. Sedangkan faktor lainnya seperti kurang higienisnya perawatan bayi, cara prosedur kelahiran atau kontak langsung dari tenaga kesehatan (misalnya dokter, perawat dan lain-lain).

Nah, untuk menegakkan diagnosis sepsis, kita tidak bisa hanya dengan menebak saja atau dengan melihat gejala klinis dari si bayi saja. Ada beberapa tahapan prosedur pemeriksaan yang harus dilakukan. Misalnya kultur darah atau urin untuk menentukan bakteri patogen yang menginfeksi. Atau bisa juga dengan pungsi lumbal (mengambil cairan serebrospinal) untuk menyingkirkan kemungkinan meningitis.

Semoga bermanfaat,
Terima kasih.

dr. Samuel Sembiring
dokter@samuelkarta.com

Punya pertanyaan untuk konsultasi? klik disini

mas. tanya nie. akhir2 ini perut saya sering sakit. apakah itu gejala ma atau bkn. padahal udah makan. kenapa ya?. trus 1 lagi kenapa saya sering sari awan???… terima kasih…

(KV)

Jawab:
Baik.
Sakit perut itu adalah penyakit sejuta umat. Artinya hampir semua orang pernah merasakan sakit perut. Nah, penyebab sakit perut itu pun tidak hanya satu. Ada banyak.

Bagaimana sakit perut yang anda rasakan? Apakah sakitnya terasa dibagian perut atas atau bawah? Lalu apakah perut anda terasa kembung (seperti masuk angin)? Tentunya kita harus menyingkirkan kemungkinan-kemungkinan jenis sakit perut lainnya untuk memastikan apa penyebab sakit perut yang anda alami.

Penyebab tersering sakit perut antara lain maag, batu empedu, usus buntu, kolera, batu ginjal, sembelit, disentri dan lain-lain.

Jadi sebenarnya terlalu cepat kita menyimpulkan ini adalah “maag” seperti yang anda duga.

Nah, gejala maag sendiri antara lain nyeri di daerah ulu hati disertai keluhan seperti mual, perut kembung, cepat kenyang dan sering bersendawa ketika lapar.

Nah, untuk masalah sariawan anda, bisa disebabkan akibat infeksi virus, infeksi bakteri, infeksi jamur ataupun non-infeksi.

Untuk penyebab non-infeksi, bisa diakibatkan karena kekurangan vitamin seperti vitamin C, vitamin B12, dan vitamin B2. Nah, sariawan biasanya akan sembuh dalam waktu kurang 2 minggu. Saran saya perbanyaklah makan sayur dan suplementasi vitamin C.

Kalau sariawan anda tidak sembuh-sembuh juga, maka kemungkinan besar pola makan anda yang menyebabkan anda kekurangan vitamin. Tidak ada salahnya jika anda pergi ke dokter mengonsultasikan hal ini.

Terima kasih,
Semoga bermanfaat

dr. Samuel Sembiring
dokter@samuelkarta.com

Punya pertanyaan konsultasi? Klik disini

Saya mau tanya gan.
Langsung to the point aja.
Asma bisa disembuhkan gak?

(NT)

Jawab:
Baik. Sebenarnya saya sendiri tidak yakin apakah asma bisa sembuh atau tidak. Yang saya tahu asma itu tidak bisa sembuh namun bisa dikontrol. Artinya, penderita asma bisa hidup normal hingga tua tanpa mengalami kekambuhan asal dia mampu mengontrol asmanya. Dalam hal ini, penderita asma seolah-olah telah sembuh!

Asma itu sendiri terjadi akibat inflamasi kronik yang dapat membuat saluran nafas menjadi sempit. Sehingga si penderita sering merasakan sesak nafas dan batuk.

Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana mengontrol asma. Satu-satunya cara sederhana yang paling baik saat ini adalah mengenali faktor pemicu dan menghindarinya! Contoh pemicu yang sering menyebabkan asma antara lain udara dingin, makanan, debu dan lain-lain.

Obat-obat asma yang sering dipakai saat ini ada dua tipe. Yaitu obat bronkodilator (untuk melebarkan saluran nafas) dan kortikosteroid (untuk anti-inflamasi). Obat bronkodilator boleh dihentikan jika sesak nafasnya tidak muncul lagi. Sementara kortikosteroid sebaiknya dipakai terus pada asma persisten.

Terima kasih. Semoga bermanfaat.

dr. Samuel Sembiring
dokter@samuelkarta.com
Punya pertanyaan untuk konsultasi? Klik disini