mas sam. Saya mau tanya lagi nih… Hehehe.
anak saya yang berumur 6 tahun kok gendut kali ya? memang sih, makannya banyak.

Ada gak obat untuk mengurangi lemak di tubuhnya itu? Terus sebenarnya bagaimana mencegah gemuk pada anak-anak? Dan apa yang harus saya lakukan?
Terima kasih.
Jangan pernah bosan jawab pertanyaan saya ya.. hehehe

Jawab:
Terima kasih telah berkonsultasi.

Pada dasarnya kita semua sudah tahu kegemukan sering diakibatkan asupan makanan yang berlebih, aktivitas yang kurang, dan faktor genetik. Walaupun bisa diakibatkan kemungkinan lain.

Nah, banyak pencegahan yang bisa anda lakukan sebenarnya. Ini ada beberapa poin penting yang bisa dilakukan:
1.Turuti selera anak. Jangan paksa dia untuk menghabiskan porsi makanannya.
2.Hindari makanan yang mengandung gula berlebih sebisanya.
3.Batasi makanan berkalori tinggi.
4.Usahakan tidak untuk memberi anak makanan yang manis sesudah makan.
5.Batasi jam menonton televisi si anak.
6.Ajak dia untuk aktif bermain. Usahakan dia aktif untuk bergerak.
7.Atur jadwal dengan keluarga untuk melakukan aktivitas bersama seperti berjalan santai, bermain bola dan aktivitas outdoor lainnya.

Untuk pengobatan kita tidak boleh memberikan obat penurun berat badan pada anak.
Sejauh ini ada satu obat penurun berat badan yang dianjurkan oleh FDA (Badan pengawas Obat dan makanan di Amerika Serikat) dikonsumsi anak. Namanya Orsilat. Dan itupun baru boleh diberikan pada anak yang berumur lebih 12 tahun.

Nah, untuk anak anda terapi yang bisa anda lakukan adalah atur pola makannya, batasi jam menonton dan tingkatkan aktivitasnya!

Semoga bermanfaat,
Terima kasih

dr. Samuel Sembiring
dokter@samuelkarta.com

Punya pertanyaan untuk konsultasi? Klik disini

12794347_10208639968466927_2800674493770425627_nKemarin tanggal 29 Februari 2016, dokter dari seluruh penjuru Indonesia berkumpul di Jakarta untuk melaksanakan Aksi Damai. Kegiatan ini sudah direncanakan dari jauh hari, jadi persiapan pun pastinya sudah matang. Tujuan dilaksanakannya aksi ini untuk menuntut reformasi JKN.

Ternyata masih banyak yang tidak mengerti tujuan ini. Terutama masyarakat umum. Banyak yang tidak tahu bahwa demo ini sebenarnya membela mereka sendiri. Membela hak mereka dalam mendapat pelayanan kesehatan. Terutama peserta JKN. Kebanyakan masih berpikir para dokter berdemo untuk kepentingan mereka sendiri.

Saya mencoba men-googling informasi tentang aksi damai dokter kemarin. Dan hasilnya saya mendapati beberapa berita media online di beberapa website berita lokal ternama. Sebagian dari berita tentang aksi damai dokter di website tersebut cukup objektif. Tetapi saya mendapati berita yang cukup aneh. Di judulnya tertulis “Unjuk Rasa Dokter: Kami Hidup dengan gaji pas-pasan.” Alhasil, ratusan komentar negatif terpampang di bawah artikel berita tersebut.

Tak satupun komentar positif yang saya jumpai. Akhirnya saya mencoba untuk memberi komentar. Setidaknya berusaha untuk memberikan pernyataan yang benar. Namun sampai sekarang komentar saya tidak di-approve. Mungkin jadi komentar positif lain juga bernasib demikian. Siapa tahu?

Tidak tahu apa maksud dan tujuan artikel tersebut. Agak miris. Mengapa? Itu berita yang salah, sebab tujuan aksi damai dokter kemarin bukan menuntut penghasilan atau gaji melainkan menuntut perubahan JKN ke arah yang lebih baik. Sebagai dokter, saya harus memberikan pernyataan yang benar kepada pasien atau masyarakat karena ini termasuk kewajiban profesi.

JKN merupakan program Pemerintah yang bertujuan memberikan kepastian jaminan kesehatan yang menyeluruh bagi seluruh rakyat Indonesia untuk dapat hidup sehat, produktif dan sejahtera. Bedanya dengan BPJS, JKN ini merupakan program pelayanannya sementara BPJS adalah perusahaan yang menjalankannya.

Ada empat prinsip utama yang menjadi acuan pelaksanaan JKN, yaitu gotong royong, portability, ekuitas atau kesamaan layanan dan akuntabilitas. Saya yakin JKN sebenarnya sudah dipersiapkan dengan matang, namun dalam praktiknya mungkin masih ada kekurangan.

Kendala-kendala dalam pelaksanaan sering terjadi. Entah karena BPJS yang memang belum siap, atau kendala-kendala ini mungkin belum diperkirakan sebelumnya. Banyak dokter harus bekerja substandar untuk melayani pasien akibat keterbatasan dana dan banyaknya aturan yang dibuat. Akibatnya pelayanan tidak maksimal. Dan ujung-ujungnya rasa kecewa pasien muncul terhadap dokter dan bpjs. Sudah bayar sekian tetapi yang didapat rasanya kurang dari sekian.

Terkadang dokter yang disalahkan karena meresepkan obat-obat generik. Padahal itu dilakukan dengan terpaksa dibawah aturan. Pasien tidak tahu. Yang pasien tahu dana asuransi kesehatannya diirit. Pasien mencoba request obat, dokter menolak. Adu mulut muncul.

“Saya bayar BPJS kok. Jangan pikir saya gratis”

Beberapa kasus lain, pasien-pasien yang datang melalui rawat jalan terkadang terpaksa harus dirawatinapkan agar dana dari kapitasi untuk pasien tercukupi tercukupi. Mengapa? Biasanya ini sering dilakukan ketika dokter ingin menerapkan banyak pemeriksaan pada pasien, namun karena butuh biaya yang banyak maka pasien harus dirawatinap. Sebab dana kapitasi untuk pasien rawat inap lebih besar.

Kapitasi sendiri adalah cara bayar perusahaan asuransi untuk jasa pelayanan kesehatan pada Pemberi Pelayanan Kesehatan. Pemberi Pelayanan Kesehatan atau PPK dalam hal ini contohnya seperti rumah sakit, klinik atau dokter. Jadi pihak BPJSK memberikan kapitasi pada rumah sakit untuk biaya pelayanan kesehatan pada pasien-pasiennya dalam hal ini peserta JKN. Jadi wajar apabila dana kapitasi untuk pasien rawat inap lebih besar dibanding rawat jalan.

Dokter harus sadar biaya. Dokter kini diajak hitung-hitungan, agar budget kapitasi untuk dana pelayanan kesehatan pasiennya cukup, boleh kurang, tetapi tidak lebih. Inilah yang menjadi hambatan bagi seorang dokter untuk memberikan pelayanan yang maksimal pada pasiennya. Selain harus memikirkan diagnosis dan terapi pasiennya dia harus tetap awas agar pemeriksaan dan terapinya tidak melebihi budget.

***

Di Inggris, para dokter pernah melakukan mogok massal pada tahun 1975. Alasannya karena mereka menuntut pengurangan jam kerja. Pasalnya mereka bekerja selama 40 jam/minggu. Karena hal ini dapat mempengaruhi kinerja mereka dalam melayani pasien-pasien mereka. Mereka tidak menuntut peningkatan gaji atau penghasilan sebab penghasilan mereka sudah sangat tinggi. Mereka juga tidak menuntut reformasi jaminan kesehatan mereka, karena regulasi jaminan kesehatan mereka sudah cukup baik.

Di Indonesia, penghasilan dokter tergolong jauh lebih rendah dari dokter-dokter asing. Jam kerja yang tinggi dalam seminggu, lebih dari 50/minggu. Tetapi hari ini dokter Indonesia tidak mogok untuk itu, melainkan menuntut reformasi JKN. Menuntut pelayanan kesehatan yang lebih baik.

Cara pandang masyarakat kita dengan orang asing juga berbeda dalam menanggapi demo dokter. Dokter asing mogok pengurangan jam kerja, masyarakat mendukung dan menganggap lumrah. Karena mereka yakin pelayanan akan semakin baik nantinya. Sebaliknya bila dokter Indonesia mogok untuk pengurangan jam kerja, muncul opini bahwa seharus dokter itu melayani dan mengabdi, bukan justru meminta keringanan kerja.

Opini terus digiring. Ibarat lari estafet, opini disambung dari generasi ke generasi masyarakat berikutnya, sehingga opini-opini ini sulit sekali hilang.

Kemarin, tanggal 29 Februari 2016 dokter Indonesia telah berjuang keras, untuk mengembalikan hak pasien untuk mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik sekaligus keleluasaan dokter mengerjakan kewajibannya secara maksimal. Bukan demo untuk kepentingan sendiri. Ini berbicara soal pasien. Perjuangan untuk pasien. Mari kita dukung terus dokter Indonesia, agar kesehatan bangsa kita semakin hari semakin baik.

Mas samuel, saya mau tanya. Kenapa ya anak saya tetap kurus walau sering diberi suplemen.

Dan suplemen apa yang bagus untuk anak-anak ya? Terima kasih banyak!
(T)

Jawab:
Gizi untuk anak sangatlah penting. Terutama kebutuhan nutrisi anak usia 5 sampai 18 tahun sebab pada usia-usia seperti ini perkembangan masih belum berhenti.

Sebenarnya suplemen apa saja yang anda pakai tidak jadi masalah. Asalkan suplemen tersebut telah dinilai baik, atau terbukti baik ataupun memang dianjurkan dokter.

Namun anda harus ingat. Suplemen bukan pengganti makanan. Suplemen itu hanya pelengkap. Artinya makanan sehat tetaplah yang terpenting.
Dan anda juga harus ingat suplemen sebaik apapun itu akan sia-sia jika makanan sehari-harinya tidak sehat.
Usahakan anak anda mengonsumsi makanan berprotein tinggi, dan sangat baik jika dilengkapi dengan suplemen.

Karena suplemen banyak sekali jenisnya, ada baiknya jika anda mengonsultasikannya dengan dokter anda agar anak anda mendapat suplemen yang tepat bagi dia.
Hal ini harus anda lakukan, sebab bisa saja terjadi dampak dari suplemen yang tidak tepat bagi anak anda.

Sekian,
Terima kasih

dr. Samuel Sembiring
dokter@samuelkarta.com

Punya pertanyaan untuk konsultasi? Klik disini

Gan, gimana cara ampuh untuk ngecilkan perut buncit???
Please jawabannya ya gan!


hehe. thanks!
(Ed)

Jawab:
Perut berlemak merupakan tanda dari ‘overweight’ atau istilah lainnya disebut ‘obesitas’.

Nah, cara paling ampuh untuk mengurangi lemak di perut ada dua. Yaitu olahraga rutin dan diet yang cukup dan teratur.
Olahraga yang cocok untuk pembakaran lemak di perut ada dua tipe, yaitu latihan otot dan latihan kardio. Kedua tipe olahraga ini dapat mengurangi lemak diperut tergantung mana yang lebih disukai. Yang penting konsiten dengan latihan yang dipilih. Boleh juga kalau kedua latihan ini dikombinasikan.

Latihan otot bisa dengan berolahraga di gym atau sering latihan push up dan sit up. Dengan membentuk otot, metabolisme tubuh meningkat dari biasanya sehingga terjadi pembakaran energi berlebih dalam tubuh selama 24 jam (baik itu saat istirahat maupun beraktivitas). Sedangkan latihan kardio meningkatkan laju jantung dimana kebutuhan energi yang dibakar tentu lebih banyak. Tapi pembakaran energi hanya terjadi saat latihan kardio saja. Contoh latihan kardio misalnya seperti berlari dan berenang.

Namun, olahraga akan tetap sia-sia jika kamu tidak menjaga diet kamu. Diet tidak selalu berarti sedikit makan. Yang penting makan secukupnya dengan menu makan yang tepat! Kalau tidak ada makanan yang masuk ke dalam tubuhmu, energi kamu datang darimana?

Nah, selain olahraga seperti sit up, push up, jogging, bersepeda dan lainnya, jalan santai juga bisa membantu pembakaran lemak perut kok. Lari jogging selama 20 menit dalam sehari sudah sangat baik!

Pola makan sebaiknya juga harus diatur. Makan pagi sebelum jam 8, Makan siang sebelum jam 2 siang dan makan malam sebelum jam 8 malam.

Pada prinsipnya, harus ada usaha untuk mendapatkan suatu hasil yang baik!

Singkatnya demikian.
Terima kasih

dr. Samuel Sembiring
dokter@samuelkarta.com

Saya mau tanya mas. Apa ada cara mncegah penyakit sindrom down pada anak?
Kalo ada tolong dijelaskan. Dan apa saja yang harus dilakukan supaya anak yg lahir tidak menderita sindrom down?

Terima kasih,
(Abi)

Jawab:
Terima kasih sudah berkonsultasi disini.
Sayang sekali, sindrom Down tidak bisa dicegah. Bagaimana pun caranya.

Sejauh ini, teknologi kita masih sebatas mendeteksinya saja. Mungkin anda sudah tahu hal ini. Sindrom Down dapat dideteksi dengan beberapa pemeriksaan. Misalnya dengan pemeriksaan Triple Screen, Quad Screen, genetic ultrasound dan ada beberapa tes lain.

Nah, para peneliti sendiri telah menemukan beberapa faktor risiko dari kelahiran sindrom Down. Misalnya:
-ada riwayat kelahiran sindrom down sebelumnya
-si ibu telah berumur 35 tahun lebih

Sindrom Down tidak dapat disembuhkan maupun dicegah. Para peneliti sendiri belum mampu menjelaskan secara pasti penyebab sindrom Down ini, sehingga penyembuhan pun belum bisa ditemukan.

Terima kasih,
Semoga bermanfaat

dr. Samuel Sembiring
dokter@samuelkarta.com