Hai pak dokter… 🙂
Saya mau tanya…
Sesuai judulnya,
Sebetulnya, apa sih yang dimaksud dgn. masuk angin itu?
Saya tanya guru saya, katanya itu simptom….
Benarhah itu?
Trimks…
Kevin… (Your independent)

Jawab:
Baik. Sebenarnya tidak ada istilah “masuk angin” di dunia medis atau kedokteran. Itu hanya istilah bagi orang awam yang menganggap ada angin yang masuk ke dalam tubuh.

Lalu, apa saja yang dirasakan oleh mereka yang masuk angin?
Sederhana saja, yang biasa kita rasakan seperti:
-perut kembung
-perut terasa tidak enak
-buang gas terus menerus
-bersendawa
-batuk pilek
-seolah-olah ada rasa mual
-kadang-kadang terasa kedinginan
-dan lain-lain

Banyak yang menganggap dengan memakai jaket tebal, seseorang bisa terhindar dari masuknya angin. Lalu benarkah angin itu masuk ke dalam tubuh?

Ternyata masuknya angin ke dalam tubuh tidak sepenuhnya merupakan penyebab keluhan “masuk-angin”. Walaupun masuknya angin termasuk salah satu penyebabnya. Sebenarnya semua keluhan yang kita rasakan yang telah saya jelaskan diatas bisa dikarenakan cuaca atau kondisi udara yang dingin. Cuaca dingin menyebabkan vasokonstriksi (penyempitan pembuluh darah) sehingga kalor dalam tubuh tidak bisa dikeluarkan.
Penyempitan pembuluh darah ini mengakibatkan peredaran darah di tubuh kita kurang lancar. Ini menyebabkan hasil metabolisme dan asam laktat terakumulasi pada otot-otot kita, akibatnya terjadi rasa pegal-pegal di seluruh tubuh kita.

Cuaca dingin juga menyebabkan relaksasi gerakan saluran cerna kita, sehingga gas yang ada di saluran cerna kita tertampung. Ini yang menyebabkan perut terasa kembung dan penuh.

Nah, yang dikatakan guru anda sebenarnya tidak lah salah. Karena memang “masuk-angin” bukanlah penyakit utama.

Sekian dulu,
terima kasih

dr. Samuel Sembiring
dokter@samuelkarta.com

Punya pertanyaan untuk konsultasi? Klik disini

Mau tanya nih mas.
Temanku ada yg sakit tifus. Terus dia ngotot minum alkohol 10%. Aku udah berusaha larang dia tu. Tapi tetap gak mau dengar.

Kira-kira boleh gak orang sakit tifus minum alkohol? Aneh tu anak!

(A)

Jawab:
Tifus itu sebenarnya merupakan penyakit yang diakibatkan oleh infeksi bakter Salmonella thypi. Gejala-gejala dari penyakit ini antara lain:
-demam tinggi. Bisa lebih dari 5 hari terutama malam hari.
-sering mual dan muntah
-diare
-dll

Sebenarnya penderita tifus dianjurkan untuk mengonsumsi makanan dan minuman yang bersih selama sakit. Bahkan terkadang dianjurkan makan bubur.
Nah, apalagi alkohol. Kesimpulannya, tidak baik meminum alkohol selama masih sakit.

Kalau dia memang ingin minum alkohol, usahakan tifus-nya benar-benar sembuh total dulu.

Sekian,
terima kasih

saya mau tanya saya menurut dokter kena penyakit tifus, sudah 3 minggu, tetapi rasa lemas dan kepala tidak enak masih ada, padahal berat badan saya sekarang sudah normal yaitu 58 kg dan tekanan darah 120 kata dokter normal, tetapi mengapa rasa lemas itu masih ada dan kepala rasanya masih tidak enak, mohon penjelasannya dok, saya harus mengkonsumsi makanan apa agar rasa lemas itu cepat hilang

(TP)

Jawab:

Selamat sore.

Demam tifoid atau biasa disebut tifus merupakan salah satu penyakit yang diindikasikan untuk dirawatinap. Alasannya? Penyakit ini membutuhkan tirah baring total agar membantu penyembuhannya.

Badan lesu atau lemah walau sudah sembuh dari tifus merupakan hal yang lazim. Memastikan apakah sudah sembuh atau tidak tentu dari cek darah. Mungkin pemeriksaan darah kamu sudah kembali ke dalam batas normal sehingga kamu boleh dirawat di rumah.

Walaupun kamu sudah diperbolehkan pulang, kamu masih harus tetap tirah baring di rumah. Makan makanan yang sehat dan bergizi sangat dianjurkan. Obat-obat yang diberikan dokter harus tetap diteruskan terutama antibiotik. Tetap makan antibiotik dengan patuh agar antibiotik yang kamu konsumsi tidak resisten.

Terima kasih
Semoga bermanfaat

dr. Samuel Sembiring
dokter@samuelkarta.com

Punya pertanyaan untuk konsultasi? Klik disini

halo dr. samuel.
Saya mau tanya sesuatu nih.
Gimana caranya supaya kita tahu seseorang itu punya penyakit AIDS?
Lalu bagaimana pencegahan yg baik terhadap penyakit AIDS?
thanks yo!

(MST)

Jawab:
Terima kasih.

Sebenarnya untuk memastikan seseorang terkena AIDS atau tidak kita harus mengecek jumlah CD4-nya.
Jumlah CD4 pada penderita AIDS biasanya menurun.

Dalam hal ini, imunitas si penderita sangat menurun. Bahkan setelah 10 tahun jumlah CD4 bisa kurang dari 200.
Kalau pertahanan tubuh telah menurun, maka si penderita akan mudah terkena penyakit lain. Penyakit apa pun itu.
Bahkan flu saja bisa lama sembuhnya.

Untuk penderita HIV/AIDS yang sudah parah biasanya sering terlihat lelah, berat badan turun, kurus kering, kulit melepuh dan lain-lain.

Kesimpulannya, kita tidak bisa memastikan langsung hanya dari gejala klinisnya saja, walaupun kadang ada beberapa gejala yang khas pada AIDS.

Untuk pencegahannya:
1.Tidak ikut dalam pergaulan seks bebas. Karena free sex adalah salah satu penyumbang terbesar kasus HIV/AIDS.
2.Hindari pemakaian narkoba, jarum suntik bekas, cukur bekas, ataupun donor darah yang tidak bebas dari antibodi HIV.

Sekian,
Semoga bermanfaat

dr. Samuel Sembiring
dokter@samuelkarta.com

Punya pertanyaan untuk konsultasi? Klik disini

Dok, apa sih penyebab sindrom Down itu? Dan bagaimana cara mencegahnya?
Please jawab

thanks
(MRS)

Jawab:
Sayang sekali, sampai saat ini para peneliti pun masih belum menjelaskan secara pasti penyebab sindrom Down. Namun, telah diketahui bahwa sindrom Down merupakan kelainan kromosom yaitu pada kromosom 21.

Sindrom Down atau Trisomi 21 merupakan kelainan akibat penambahan kromosom pada grup kromosom 21, sehingga total kromosom berjumlah 47 kromosom (normal = 46 kromosom).

Ada tiga tipe Sindrom Down.
1.Trisomy 21 (94%). Akibat penambahan kromosom 21.
2.Translocation Robertsonian (5%). Akibat satu dari sepasang kromosom 21 terpasang ke pasangan kromosom lain. Yang paling sering adalah kromosom 14 dan 22.
3.Mosaicism (1%).
*Dari sumber yang lain ada tambahan satu tipe lain yaitu Partial trisomi 21.

Untuk pencegahan sendiri sejauh ini belum ada. Mungkin dikarenakan penyebab sindrom Down ini juga belum diketahui. Namun, sindrom Down ini dapat dideteksi dengan pemeriksaan prenatal.

Semoga bermanfaat,
Terima kasih

dr. Samuel Sembiring
dokter@samuelkarta.com

Punya pertanyaan untuk konsultasi? Klik disini