Saya sdh 1thn 7bln mnikah.tp blm hmil.trnyta ada mium drahim.kta dkter hrs oprasi.saya takut.trs gak priksa dkter lg.skrg saya dsrh dkter iperasi.krn tuba kiri gak patent.hbis dihsg saya kok dlm sbulan haid 2bln.apakh saya bsa hmil

(A, perempuan, 34 tahun 6 bulan, 44 kg, 148 cm)

Jawab:
Selamat pagi.

Mioma rahim atau mioma uteri memang menjadi salah satu penyebab mengapa wanita tidak dapat hamil. Mioma uteri termasuk tumor jinak yang letaknya berada di organ uterus (organ rahim).

Secara normal untuk dapat terjadi kehamilan, sel sperma harus menjalani perjalanan panjang sebelum berjumpa dengan sel telur. Perjalanan ini mulai dari liang vagina kemudian mulut leher rahim lalu rahim dan masuk ke saluran telur. Sementara sel telur setelah dikeluarkan dari indung telur akan ditangkap oleh “tangan-tangan” (fimbrae) saluran telur lalu berjalan menuju ampula.

Kehamilan terjadi ketika sel sperma dan sel telur bertemu di ampula tuba.

Yang menjadi masalah adalah ketika pada saluran telur terjadi sumbatan pada saluran telur. Penyumbatan ini disebut tuba yang tidak paten sehingga harus dilakukan tindakan pembedahan untuk mengangkat mioma. Selama penyumbatan ini ada anda tidak dapat hamil. Apabila sel sperma masih dapat lolos, mungkin dapat terjadi kehamilan. Itu kemungkinannya kecil sekali. Akan tetapi kehamilan yang saya maksud disini adalah kehamilan yang normal melainkan kehamilan atuba.

Pada kasus-kasus seperti ini, biasanya dioperasi. Tindakan operasi pada mioma uteri ada dua jenis yaitu miomektomi dan histerektomi. Miomektomi dapat memungkinkan anda untuk mendapatkan kehamilan, namun menurut referensi, mioma memiliki peluang untuk kembali. Sedangkan histerektomi (total histerektomi) tidak dapat membuat anda hamil kembali akan tetapi mioma tidak akan berulang. Hal ini dikarenakan pada histerektomi, seluruh uterus diangkat.

Untuk saran yang lebih baik boleh ditanyakan kepada dokter spesialis kandungan. Sebab kasus seperti ini merupakan kompetensi dokter spesialis.

Terima kasih
Samuel Sembiring, dr.

selamat pagi dok,
saya ingin mengajukan pertnyaan seputar gejala2 yang akhir2 ini saya alami .
pertama, seminggu yg lalu saya merasa kepala saya berat pusing di bagian kiri , kemudian mulai timbul gejala-gejala mual setiap saya mengkosumsi makanan .
apa penyebab sakit yg saya alami ini dok ?
terkadang jg timbul rasa perih di bagian perut seperti maag . dan seharusnya saya sudah mens tapi kok karena sakit ini mens saya jadi telat tetapi tanda-tanda yg timbul biasanya sebelum mens sudah terlihat tetapi tidak mens jg apa saya kebanyakan pikiran dan stress ? sehingga mempengaruhi kesehatan saya . terima kasih dok

Jawab:
Selamat pagi.

Sakit kepala sebelah umumnya mengarah pada migrain. Perlu kamu cari tahu kembali apa yang mencetuskan sakit kepala kamu itu. Entah itu cuaca panas, bau-bauan, suara bising, dan lain-lain. Karena biasanya migrain didahului dengan pencetus. Bila kamu sudah tahu sebabnya, coba dihindari. Jika sakitnya tak tertahankan boleh dicoba obat anti nyeri.

Untuk masalah menstruasi kamu yang terlambat, itu bisa jadi karena pikiran stres. Karena pada saat stres, keseimbangan hormon kamu terganggu. Coba atur kembali pola hidup sehat kamu ya.

Terima kasih
Semoga bermanfaat

Samuel Sembiring, dr.

Terimaksih dok atas saran dan balasaanya,
Tapi saya sudah dikasih surat sakit (cuti) sama dokter sp 4 minggu dok, karena saya takut penyakit tb saya ini menjadi tertular ke org lain.
Iya dok pendengaran jadi kuang baik sama buang air kecil warnanya merah ,
Bagaimana dengan penularannya dok ? apa saya harus pake masker ? Saya takut dijauhi temen temen dok

T, wanita

Jawab:
Salam bu.

Penyakit tuberkulosis memang cepat menular karena penularannya via udara. Memang 1/3 penduduk Indonesia sudah terinfeksi tuberkulosis, namun tidak semuanya memunculkan gejala. Mengapa? Karena hanya dengan imunitas yang baik, kuman tuberkulosis hanya akan tetap laten di dalam tubuh. Suatu saat bila ketahanan tubuh menurun, maka kuman tuberkulosis ini baru akan menunjukkan penyakitnya.

Asalkan imunitas orang sekitar ibu cukup baik, menurut saya mereka tidak begitu saja akan tertular penyakit ibu. Jadi ibu tidak perlu harus cuti begitu lama. Memakai masker boleh kok sebagai proteksi. Bila ibu tidak cukup yakin bahwa orang sekitar tidak tertular, ibu boleh pakai masker.

Seperti yang sudah pernah saya jelaskan sebelumnya bu. Mengenai efek samping OAT. Buang air kecil berwarna merah itu disebabkan karena obat pirazinamid.
Bila keluhan ini sangat menganggu. Boleh segera dikonsultasikan ke dokter spesialis paru.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Samuel Sembiring, dr.

sudah i minggu mata saya belekan.resep dr dokter mata levofloxacin n tobroson serta yg di minum melocixam belum sembuh.d kasih teman obat cendo xitrol tp saya hentikan.sebab takut setalah baca2 d beberapa blok.balik lagi saya tetes obat dr doktar.apa sebab mata saya belum sembuh.teman saya 3 hari sembuh.trms

TR, wanita

Jawab:
Selamat siang bu.

Penyakit pada mata tapi tidak disertai penurunan visus (artinya pandangan masih tetap jelas) kita golongkan ke penyakit konjungtivitis. Dimana konjungtivitis merupakan infeksi pada selaput konjungtiva mata.

Gejala klinis dari penyakit mata konjungtivitis ini bermacam-macam tergantung penyebabnya. Apakah itu virus, bakteri, jamur, alergi atau benda asing.

Gejala umum konjungitivis biasanya mata merah, perih, terasa mengganjal, sering berair, sering belekan terutama pagi hari dan lainnya. Tentu tidak semuanya muncul dalam satu kasus.

Misal konjungtivitis akibat bakteri lebih sering ‘belekan’ namun disertai juga dengan mata merah dan perih. Konjungtivitis akibat virus lebih sering berair.

Namun untuk mengkonfirmasinya lebih pasti selalu dengan pemeriksaan sekret konjungtiva. Tetapi itu jarang dilakukan, karena tidak praktis dan butuh waktu serta biaya. Sehingga biasanya cukup dengan menganalisis gejala klinis, dokter langsung memberi obat secara simtomatis.

Dari segi waktu penyembuhannya juga berbeda. Konjungtivitis akibat virus tentu lebih cepat virus, bisa satu hingga tiga hari. Konjungtivitis akibat bakteri umumnya lebih lama, tapi tidak selalu.

Pengobatan pada kasus konjungtivitis akibat bakteri tentu dengan obat tetes mata antibiotik. Harus dipakai teratur untuk mencegah terjadi resistensi antibiotik. Obat tetes mata steroid (deksametason) bisa dimanfaatkan untuk mengurangi mata merah, perih dan gatal.

Tapi yang perlu diperhatikan disini, konjungtivits akibat infeksi jamur tidak boleh diberi obat tetes mata steroid. Karena akan mempersubur pertumbuhan jamurnya. Obat tetesmata yang mengandung steroid itu seperti Tobroson, karena didalamnya mengadung deksametason.

Saran saya, teruskan dulu obat tetes mata antibiotik yang anda gunakan. Bila dalam tiga hari keluhan masih berlanjut, segera konsultasikan ke dokter.

Terima kasih,
Semoga bermanfaat

Samuel Sembiring, dr.

Pasien anemia aplastik mengalami defisit sel darah baik itu sel darah merah, trombosit maupun sel darah putih. Ini menyebabkan pasien anemia aplastik mengalami anemia (kurang sel darah merah), cenderung mengalami perdarahan (kurang trombosit) dan rentan terhadap infeksi (kurang sel darah putih).

APA ITU ANEMIA APLASTIK?

Anemia aplastik merupakan salah satu jenis anemia yang ditandai dengan adanya pansitopenia (defisit sel darah pada jaringan tubuh). Anemia aplastik berbeda dengan anemia biasanya. Anemia yang biasa hanya kekurangan sel darah merah saja, sedangkan anemia aplastik mengalami defisit sel darah merah, sel darah putih dan trombosit. Defisit sel darah pada sumsum tulang ini disebabkan karena kurangnya sel induk pluripoten sehingga sumsum tulang gagal membentuk sel-sel darah. Kegagalan sumsum tulang ini disebabkan banyak faktor. Mulai dari induksi obat, virus, sampai paparan bahan kimia.
Istilah-istilah lain dari anemia aplastik yang sering digunakan antara lain anemia hipoplastik, anemia refrakter, hipositemia progresif, anemia aregeneratif, aleukia hemoragika, panmielofisis dan anemia paralitik toksik.
Kasus anemia aplastik ini sangat rendah pertahunnya. Kira-kira 2 – 5 kasus/juta penduduk/tahun. Dan umumnya penyakit ini bisa diderita semua umur. Meski termasuk jarang, tetapi penyakit ini tergolong penyakit yang berpotensi mengancam jiwa dan biasanya dapat menyebabkan kematian.
Pada pria penyakit anemia aplastik ini lebih berat dibanding wanita walaupun sebenarnya perbandingan jumlah antara pria dan wanita hampir sama. Siapa saja berpeluang mendapat anemia aplastik ini.

APA SAJA YANG MENJADI TANDA DAN GEJALA PENYAKIT ANEMIA APLASTIK?
Pada penderita anemia aplastik dapat ditemukan tiga gejala utama yaitu, anemia (kurang darah merah), trombositopenia (kurang trombosit), dan leukopenia (kurang leukosit). Ketiga gejala ini disertai dengan gejala-gejala lain yang dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
?Anemia biasanya ditandai dengan pucat, mudah lelah, lemah, hilang selera makan, dan palpitasi.
?Trombositopenia, misalnya: perdarahan gusi, epistaksis, petekia, ekimosa dan lain-lain.
?Leukopenia, misalnya: infeksi.
Selain itu, hepatosplenomegali dan limfadenopati juga dapat ditemukan pada penderita anemia aplastik ini meski sangat jarang terjadi.

APA SAJA PENYEBAB DARI PENYAKIT INI?
Penyebab hampir sebagian besar kasus anemia aplastik bersifat idiopatik dimana penyebabnya masih belum dapat dipastikan. Namun ada faktor-faktor yang diduga dapat memicu terjadinya penyakit anemia aplastik ini.
Faktor-faktor penyebab yang dimaksud antara lain:
?Penyakit kongenital atau menurun seperti anemia fanconi, dyskeratosis congenita, sindrom Pearson, sindrom Dubowitz dan lain-lain. Diduga penyakit-penyakit ini memiliki kaitan dengan kegagalan sumsum tulang yang mengakibatkan terjadinya pansitopenia (defisit sel darah).
Menurut sumber referensi yang lain, penyakit-penyakit yang baru saja disebutkan merupakan bentuk lain dari anemia aplastik (Hematologi Klinik Ringkas; Prof. Dr. I Made Bakta).
• Zat-zat kimia yang sering menjadi penyebab anemia aplastik misalnya benzen, arsen, insektisida, dan lain-lain. Zat-zat kimia tersebut biasanya terhirup ataupun terkena (secara kontak kulit) pada seseorang.
• Obat seperti kloramfenikol diduga dapat menyebabkan anemia aplastik. Misalnya pemberian kloramfenikol pada bayi sejak berumur 2 – 3 bulan akan menyebabkan anemia aplastik setelah berumur 6 tahun. America Medical Association juga telah membuat daftar obat-obat yang dapat menimbulkan anemia aplastik. Obat-obat yang dimaksud antara lain: Azathioprine, Karbamazepine, Inhibitor carbonic anhydrase, Kloramfenikol, Ethosuksimide, Indomethasin, Imunoglobulin limfosit, Penisilamine, Probenesid, Quinacrine, Obat-obat sulfonamide, Sulfonilurea, Obat-obat thiazide, Trimethadione.
• Radiasi juga dianggap sebagai penyebab anemia aplastik ini karena dapat mengakibatkan kerusakan pada sel induk ataupun menyebabkan kerusakan pada lingkungan sel induk. Contoh radiasi yang dimaksud antara lain pajanan sinar X yang berlebihan ataupun jatuhan radioaktif (misalnya dari ledakan bom nuklir). Paparan oleh radiasi berenergi tinggi ataupun sedang yang berlangsung lama dapat menyebabkan kegagalan sumsum tulang akut dan kronis maupun anemia aplastik.
• Selain radiasi, infeksi juga dapat menyebabkan anemia aplastik. Misalnya seperti infeksi virus Hepatitis C, EBV, CMV, parvovirus, HIV, dengue dan lain-lain.

TERAPI APA YANG TEPAT UNTUK PENYAKIT ANEMIA APLASTIK?

Terapi yang dapat dilakukan pada penderita Anemia Aplastik cukup banyak.
• Terapi Suportif
Transfusi sel darah merah dan trombosit sangat bermanfaat. Hal ini dilakukan untuk mengimbangi kekurangan sel darah merah dan trombosit.
• Faktor-faktor pertumbuhan hematopoietik
Terapi dengan faktor pertumbuhan sebenarnya tidak dapat memperbaiki kerusakan sel induk. Namun terapi ini masih dapat dijadikan pilihan terutama untuk pasien dengan infeksi berat.
• Transplantasi Sumsum Tulang
Transplantasi sumsum tulang ini dapat dilakukan pada pasien anemia aplastik jika memiliki donor yang cocok HLA-nya (misalnya saudara kembar ataupun saudara kandung). Terapi ini sangat baik pada pasien yang masih anak-anak.
Transplantasi sumsum tulang ini dapat mencapai angka keberhasilan lebih dari 80% jika memiliki donor yang HLA-nya cocok. Namun angka ini dapat menurun bila pasien yang mendapat terapi semakin tua. Artinya, semakin meningkat umur, makin meningkat pula reaksi penolakan sumsum tulang donor. Kondisi ini biasa disebut GVHD atau graft-versus-host disease. Kondisi pasien akan semakin memburuk.
• Terapi imunosupresif
Terapi imunosupresif dapat dijadikan pilihan bagi mereka yang menderita anemia aplastik. Terapi ini dilakukan dengan konsumsi obat-obatan. Obat-obat yang termasuk terapi imunosupresif ini antara lain antithymocyte globulin (ATG) atau antilymphocyte globulin (ALG), siklosporin A (CsA) dan Oxymethalone.
Oxymethalon juga memiliki efek samping diantaranya, retensi garam dan kerusakan hati. Orang dewasa yang tidak mungkin lagi melakukan terapi transplantasi sumsum tulang, dapat melakukan terapi imunosupresif ini.

APA SAJA KOMPLIKASI DARI ANEMIA APLASTIK?
Komplikasi yang paling sering terjadi dari anemia aplastik ini adalah perdarahan dan rentan terhadap infeksi. Hal ini disebabkan karena kurangnya kadar trombosit dan kurangnya kadar leukosit. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, kadar leukosit dan trombosit ini menurun diakibatkan kegagalan sumsum tulang.
Terapi anemia aplastik juga dapat menyebabkan komplikasi pada penderita anemia aplastik ini. Komplikasi yang dimaksud adalah GVHD (Graft-Versus-Host-Disease). Hal ini merupakan kegagalan dari terapi transplantasi sumsum tulang.
Maksudnya begini, transplantasi sumsum tulang merupakan salah satu terapi untuk penderita Anemia Aplastik. Terapi ini dapat dilakukan jika si pasien masih muda dan HLA si pendonor cocok dengan si penderita. HLA yang cocok biasanya jika berasal dari saudara kandung atau orang tua si penderita. GVHD terjadi sebagai bukti bahwa terapi yang dilakukan gagal.

APA SAJA YANG HARUS DILAKUKAN UNTUK MENCEGAH ANEMIA APLASTIK?
Usaha pertama untuk mencegah anemia aplastik ini adalah menghindari paparan bahan kimia berlebih sebab bahan kimia seperti benzena juga diduga dapat menyebabkan anemia aplastik.
Kemudian hindari juga konsumsi obat-obat yang dapat memicu anemia aplastik. Kalaupun memang harus mengonsumsi obat-obat yang demikian, sebisa mungkin jangan mengonsumsinya secara berlebihan.
Selain bahan kimia dan obat, ada baiknya pula untuk menjauhi radiasi seperti sinar X dan radiasi lainnya yang telah dijelaskan di bagian faktor penyebab di atas.

SUMBER REFERENSI:
?Bakhshi, Sameer, MD. (October 2009). “Aplastic Anemia”. http://www.emedicine.com
?Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia. “Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam”. Penerbitan IPD FKUI Pusat. Jakarta. 2007: 627 – 633.
?Bakta, I Made, Prof. Dr. “Hematologi Klinik Ringkas”. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta. 2006: 98 – 110.