Hampir setiap hari saya mimpi ditimpa makhluk halus. kejadiannya sejak saya memasuki kostan di bulan april. namun setelah saya numpang dikmr tmn saya, saya tdk pernah sekalipun bermimpi di timpa maupun mimpi buruk. namun mimpi ditindih makhluk halus ini setiap hari terjadi dengan 2 makhluk halus yang sama, sampai saya hafal benar wajahnya. setelah beberapa bulan saya numpang tdur d kmr tmn saya.. saya mencoba memberanikan diri utk tdur dikmr saya lagi. kejadiannya tetap sama.. malahan dy berkomunikasi denagn saya.. dan teman 1 kosan saya juga ternyata mengakui bahwa mereka juga selalu di gangguin dgn 2 makhluk tersebut. Apakah ini memang hanya sekedar mimpi ?? karena terjadi setiap hari hingga saya terasa tercekik, dan serasa struk utk melawan mereka… dan mengapa saya jadi selalu merasa diikuti kmnapun saya pergi?? termasuk ketika saya harus merasa sendirian di kantor.. apa yang terjadi??
(RL, perempuan, 22 tahun 12 bulan, 53 kg, 156 cm)
Jawab:
Salam sehat RL.
Keluhan yang kamu sampaikan adalah sleep paralysis. Pada sleep paralysis memang seperti itu. Seolah nyata. Dada terasa tertekan, leher sepertinya tercekik. Mata pun sulit dibuka. Kalau dibuka ada roh halus yang menindih kita. Ingin berteriak rasanya tidak bisa.
Walaupun sulit dipercaya namun memang seperti itu lah sleep paralysis. Kita berhalusinasi. Otak lah yang memberi gambaran-gambaran itu.
Saya sendiri pun pernah mengalaminya. Bahkan saya pun mengingat dengan jelas sosok yang menindih saya. 😀 . Namun karena saya tahu itu sleep paralysis, jadi saya tidak mempermasalahkannya. Saya lanjut tidur dan tidak mengalaminya di kemudian hari.
Memang secara otomatis gambaran-gambaran itu muncul. Tubuh tidak terhubung dengan otak, sehingga badan kita yang tidak bisa digerakkan terasa berat. Saat itulah otak memaksa memunculkan gambaran bahwa dada dan tubuh kita sedang tertimpa.
Kalau masalah ini terus berlanjut maka kamu perlu konseling dengan dokter kejiwaan. Dokter kejiwaan tidak selalu menangani kasus skizofrenia kok. Dokter kejiwaan juga melayani kasus sulit tidur (insomnia), mimpi buruk, stres pendidikan/pekerjaan, ketagihan rokok/narkotika bahkan sampai terapi perilaku sifat pemalu dan pendiam.
Sekian dulu penjelasan saya. 🙂
Terima kasih
Semoga bermanfaat.
dr. Samuel Sembiring
dokter@samuelkarta.com
