[media]
image001

[media-body title=”Framingham Score Software”]

Coded by: SPKS
Rebuilt on: January 2018
OS Requirement: Windows

The Framingham Risk Score is a gender-specific algorithm used to estimate the 10-year cardiovascular risk of an individual. The Framingham Risk Score was first developed based on data obtained from the Framingham Heart Study, to estimate risk of developing coronary heart disease for coming 10 years.

Now you don’t need to waste your time to count the score. You can get the score quickly.

Download, and feel free to use this.

Thank you
SPKS

DOWNLOAD

[media]
[media-object pull=”left”]
image001

[/media-object]

[media-body title=”Framingham Score Software”]
Coded by: SPKS
Built on: September 2012
OS Requirement: Windows

The Framingham Risk Score is a gender-specific algorithm used to estimate the 10-year cardiovascular risk of an individual. The Framingham Risk Score was first developed based on data obtained from the Framingham Heart Study, to estimate the 10-year risk of developing coronary heart disease.

The calculation may be little bit troublesome. So here the software. By using this, you can have it counted quickly.
Feel free to use it.

Thank you
SPKS

DOWNLOAD

[media]
[media-object pull=”left”]
image002

[/media-object]

[media-body title=”Color Blind Test Application”]
Coded by: SPKS
Built on: August 2010
OS Requirement: Windows

Color blind test is one of routine visual examination to evaluate the visual quality in seeing spectrum of color. Ishihara had been making a test for this. There are 38 plate test numbered randomly. This test is called Ishihara Test. And it has been used in many countries nowadays.

I made the software 8 years ago, and this software still be the most commonly used as color blind test software in Indonesia. The number is uncertain, but there are many local sites that attached this on their own.

Download, and feel free to use this.

Thank you
SPKS

DOWNLOAD

[media]
[media-object pull=”left”]
thumbnail 2

[/media-object]

[media-body title=”FRAX Score for Osteoporosis Application”]
Coded by: SPKS
Built on: December 2017
OS Requirement: Windows

FRAX is a diagnostic tool used to evaluate the 10-year probability of bone fracture risk. It was developed by the University of Sheffield. FRAX integrates clinical risk factors and bone mineral density at the femoral neck to calculate the 10-year probability of hip fracture and the 10-year probability of a major osteoporotic fracture (clinical spine, forearm, hip or shoulder fracture).

I eagerly to make this FRAX Score easily-accessed into your PC by offline. And you don’t need to access WHO website anymore.

The developer team has their own algorithm to calculate the risk. I have my own. I will keep updating my algorithm so the result will keep accurate.

Thank you
SPKS

DOWNLOAD

Tulang keropos merupakan istilah awam dari bahasa medis osteoporosis. Penyakit ini menyerang banyak orang terutama wanita di usia lanjut. Umumnya wanita yang sudah mengalami menopause cenderung memiliki peluang lebih besar terserang osteoporosis. Namun walau demikian, pria muda atau wanita yang belum menopause juga berpeluang terkena osteoporosis bila asupan kalsiumnya kurang.

Osteoporosis biasanya baru diketahui setelah ditemukan retak pada tulang. Tulang patah walau hanya terbentur ringan. Tulang yang paling sering mengalami fraktur antara lain pergelangan tangan, tulang pinggul dan tulang belakang.

Proses pengeroposan tulang sebenarnya adalah proses yang normal. Proses ini dimulai sejak umur 30 tahun. Namun akibat gaya hidup yang kurang baik, proses ini dapat berjalan secara cepat dan semakin memburuk.

Ada beberapa faktor yang memicu terjadinya osteoporosis, misalnya:
-banyak meminum minuman beralkohol dan berkafein. Mengapa? Menurut penelitian yang dilakukan di University Osteoporosis Research Centre di Nebraska, bahwa air seni peminum kafein mengandung kalsium, dan kalsium itu berasal dari proses pembentukan tulang. Selain itu kafein dan alkohol bersifat toksin yang dapat menghambat proses pembentukan massa tulang.
-Malas berolahraga. Mereka yang malas bergerak atau olahraga akan terhambat proses pembentukan massa tulangnya. Selain itu kepadatan massa tulang akan terus berkurang. Semakin banyak bergerak dan olahraga maka otot akan memacu tulang untuk membentuk massa tulang.
-Merokok. Zat nikotin dalam rokok dapat mempercepat penyerapan tulang sehingga tulang cepat mengeropos. Selain itu, nikotin juga membuat kadar dan aktivitas hormon estrogen dalam tubuh berkurang sehingga susunan-susunan sel tulang tidak kokoh.
-kurang asupan kalsium. Kekurangan asupan kalsium dari makanan atau minuman dapat mengakibatkan kalsium dalam tulang diambil untuk mencukupkan kebutuhan kalsium tubuh.
-mengonsumsi obat-obatan yang mengandung kortikosteroid. Obat-obat kortikosteroid bila dikonsumsi dalam waktu jangka panjang dapat memicu pengeroposan tulang, sehingga obat-obat jenis ini harus diperhatikan cara dan masa mengonsumsinya.

Untuk mencegah penyakit ini sebenarnya tidak sulit. Dokter tentu akan menganjurkan mengubah pola gaya hidup terlebih dahulu serta pola makan. Konsumsi asupan kalsium dan vitamin D cukup penting. Untuk menjaga kadar kalsium dan vitamin D tetap cukup dapat dengan meminum susu yang kaya kalsium.

Gaya hidup yang baik seperti misalnya tidak minum alkohol, tidak merokok dan rajin berolahraga dapat mengurangi risiko terjadi osteoporosis.

Penanganan pada kasus osteoporosis biasanya dengan obat-obatan yang mengandung hormon. Obat-obat ini dapat diperoleh dengan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Wanita yang sudah menopause juga dianjurkan untuk mengonsumsi obat hormon untuk mencegah terjadinya osteoporosis.

 

Ditulis oleh : dr. Samuel Pola Karta Sembiring