Bagaimana Mencegah Tulang Keropos di Usia Lanjut?

Tulang keropos merupakan istilah awam dari bahasa medis osteoporosis. Penyakit ini menyerang banyak orang terutama wanita di usia lanjut. Umumnya wanita yang sudah mengalami menopause cenderung memiliki peluang lebih besar terserang osteoporosis. Namun walau demikian, pria muda atau wanita yang belum menopause juga berpeluang terkena osteoporosis bila asupan kalsiumnya kurang.

Osteoporosis biasanya baru diketahui setelah ditemukan retak pada tulang. Tulang patah walau hanya terbentur ringan. Tulang yang paling sering mengalami fraktur antara lain pergelangan tangan, tulang pinggul dan tulang belakang.

Proses pengeroposan tulang sebenarnya adalah proses yang normal. Proses ini dimulai sejak umur 30 tahun. Namun akibat gaya hidup yang kurang baik, proses ini dapat berjalan secara cepat dan semakin memburuk.

Ada beberapa faktor yang memicu terjadinya osteoporosis, misalnya:
-banyak meminum minuman beralkohol dan berkafein. Mengapa? Menurut penelitian yang dilakukan di University Osteoporosis Research Centre di Nebraska, bahwa air seni peminum kafein mengandung kalsium, dan kalsium itu berasal dari proses pembentukan tulang. Selain itu kafein dan alkohol bersifat toksin yang dapat menghambat proses pembentukan massa tulang.
-Malas berolahraga. Mereka yang malas bergerak atau olahraga akan terhambat proses pembentukan massa tulangnya. Selain itu kepadatan massa tulang akan terus berkurang. Semakin banyak bergerak dan olahraga maka otot akan memacu tulang untuk membentuk massa tulang.
-Merokok. Zat nikotin dalam rokok dapat mempercepat penyerapan tulang sehingga tulang cepat mengeropos. Selain itu, nikotin juga membuat kadar dan aktivitas hormon estrogen dalam tubuh berkurang sehingga susunan-susunan sel tulang tidak kokoh.
-kurang asupan kalsium. Kekurangan asupan kalsium dari makanan atau minuman dapat mengakibatkan kalsium dalam tulang diambil untuk mencukupkan kebutuhan kalsium tubuh.
-mengonsumsi obat-obatan yang mengandung kortikosteroid. Obat-obat kortikosteroid bila dikonsumsi dalam waktu jangka panjang dapat memicu pengeroposan tulang, sehingga obat-obat jenis ini harus diperhatikan cara dan masa mengonsumsinya.

Untuk mencegah penyakit ini sebenarnya tidak sulit. Dokter tentu akan menganjurkan mengubah pola gaya hidup terlebih dahulu serta pola makan. Konsumsi asupan kalsium dan vitamin D cukup penting. Untuk menjaga kadar kalsium dan vitamin D tetap cukup dapat dengan meminum susu yang kaya kalsium.

Gaya hidup yang baik seperti misalnya tidak minum alkohol, tidak merokok dan rajin berolahraga dapat mengurangi risiko terjadi osteoporosis.

Penanganan pada kasus osteoporosis biasanya dengan obat-obatan yang mengandung hormon. Obat-obat ini dapat diperoleh dengan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Wanita yang sudah menopause juga dianjurkan untuk mengonsumsi obat hormon untuk mencegah terjadinya osteoporosis.

 

Ditulis oleh : dr. Samuel Pola Karta Sembiring

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *