Saya Ardi, 17 tahun. Mengapa kalau saya sehabis makan, saya selalu berkeringat berlebihan? Juga ketika saya berjalan hanya sekitar 80 meter, saya banyak mengeluarkan keringat setelah berhenti berjalan. Padahal aktivitas saya sehari-hari biasa-biasa saja, tolong di balas….

Jawab:
Selamat pagi.

Berkeringat itu merupakan hal yang fisiologis atau wajar. Namun jika berkeringat berlebih, beda ceritanya.
Istilah yang dipakai dalam kedokteran adalah hiperhidrosis yang berarti berkeringat berlebihan.

Penyebab hiperhidrosis sebenarnya belum diketahui secara pasti. Namun ada dugaan hiperhidrosis mungkin diturunkan dari keluarga atau mungkin juga akibat penyakit lain seperti hipertiroid, infeksi samar, diabetes, retikulosis dan lain-lain.

Biasanya, penderita hiperhidrosis dapat berkeringat walau suhu udara rendah. Juga kadang bisa berkeringat setelah mengonsumsi makanan pedas, minuman panas, kafein atau alkohol. Makanan berlemak dan berprotein tinggi jika dimakan berlebih juga bisa memicu pengeluaran keringat yang banyak.

“Cara yang paling mudah dan aman untuk mengurangi keringat berlebih adalah mengubah gaya hidup!” kata dr. Ratna.
Misalnya dengan tidak mengenakan pakaian ketat, berbahan nilon, poliester, atau wol kecuali pada suhu dingin, dan topi.

Terima kasih,
Semoga bermanfaat.

dr. Samuel Sembiring
dokter@samuelkarta.com

bagaimana caranya supaya saya bisa tidur normal (tidak insomnia lagi)??

Jawab:
Insomnia itu biasa diartikan sebagai suatu keadaan dimana seseorang mengalami kesulitan untuk tidur atau bahkan tidak dapat tidur nyenyak.

Dan rata-rata setiap orang biasanya pernah mengalami insomnia minimal sekali dalam hidupnya. Namun ada juga orang yang sering sekali mengalami gangguan tidur ini.

Biasanya perempuan lebih sering menderita insomnia daripada laki-laki. Dan penyebab insomnia pun ada macam-macam. Bisa dikarenakan stres atau cemas, suasana kamar yang tidak mendukung atau bisa juga konsumsi kafein yang berlebih (minum kopi) dan banyak lagi.

Cara mengatasi insomnia tidak begitu sulit. Berikut hal-hal yang menjadi saran saya:
-Olahraga teratur
-Kurangi konsumsi kafein.
-Perhatikan jam makan. Paling tidak minimal dua jam sebelum tidur.
-perbanyak makanan yang berkarbohidrat
-lakukan aktivitas yang membuat anda nyaman untuk tidur
-jernihkan pikiran
-atur jam tidur anda!

Nah, kalau dengan saran-saran ini, insomnia anda belum hilang juga, ada baiknya untuk segera berkonsultasi dengan dokter (tatap-muka).

Terima kasih, semoga bermanfaat.

dr. Samuel Sembiring
dokter@samuelkarta.com

mau konsul ni, waktu setiap kali saya bermain game, terutama jika game itu agak susah dan penuh strategi, sehingga saya sangat sulit dan terlalu lama utk menyelesaikannya, langsung kepala saya terasa pening dan rasa mual, kadang juga saya bisa muntah, itu termasuk penyakit apa ya ?? dan disebabkan oleh faktor apa ya ?

Jawab:
Sebenarnya ini bukan penyakit khusus kok. Tidak sedikit juga orang yang mengalami hal ini. Karena bermain game (mungkin terlalu lama atau mungkin dengan alasan lain) bisa membuat kepala pusing dan mual.

Tidak hanya bermain game, cukup duduk di depan komputer yang lama saja bisa menyebabkan kepala pusing dan perut mual. Walau sebenarnya tidak semua orang.

Kemungkinan yang paling utama adalah karena tubuh kelelahan. Saat bermain game dibutuhkan otot-otot leher, tangan dan juga otot mata. Apalagi untuk game dengan animasi yang bergerak sangat cepat. Otot mata tanpa disadari telah dipaksa untuk mengikuti pergerakan animasi game.

Intinya adalah tubuh telah lelah.

Sebenarnya tubuh sudah memberi tanda atau peringatan pegal, namun hal ini terkadang tidak disadari karena sudah keasyikan bermain. Nah, ini yang menyebabkan pusing dan mual. Mual juga bisa diakibatkan karena tenaga n konsentrasi, jadi asam lambung meningkat. Atau bisa juga karena sakit kepalanya.

Saran yang bisa saya berikan adalah cukupkan istirahat saat berada di depan komputer baik itu bermain game ataupun sedang bekerja. Misalnya istirahat selama lima menit untuk setiap satu jam. Atau bisa juga dengan terapi 20/20/20 untuk otot mata. Yaitu setiap dua puluh menit, istirahatkan mata selama dua puluh detik untuk melihat pandangan sejauh 20 meter.

Semoga bermanfaat,

dr. Samuel Sembiring
dokter@samuelkarta.com

Punya pertanyaan untuk konsultasi? Klik disini

Phic knpa ya sya ko kdang-kdang sring psing-psing cra untuk smbuhinnya gmna ya phic
mksih wasalam

Jawab:
Penyebab pusing itu ada banyak. Misalnya:
-Kecemasan
-Cahaya Silau
-Pola Tidur dan Makan
-Obat-obatan
-Aktivitas Fisik (misalnya karena kelelahan)
-Hormon (biasanya pada wanita yang mengalami haid).

Nah, untuk menghilangkan atau menghindarkan pusing kamu bisa lakukan hal-hal berikut:
-Biasakan konsumsi makanan sehat. Suplemen dan vitamin juga penting. Misalnya vitamin A atau bisa juga vitamin E yang berfungsi sebagai antioksidan.
-gaya hidup sehat. Misalnya sering-sering olahraga.
-Istirahat yang cukup.

Semoga bermanfaat

dr. Samuel Sembiring

mau konsul ni, kan ada orang yg bilang, kalau mau bersihkan telinga ke dokter, harus di tetes kan dulu cairan H2O2 supaya lunak kotorannya dan tidak sakit jika dibersihkan,
apakah berbahaya bagi telinga jika kita tetes kan cairan H2O2 selama 5 hari atau lebih ??

Jawab:
Cairan hidrogen peroksida (H2O2) memang cairan yang sering dipakai dokter THT untuk melunakkan kotoran telinga kita. Kotoran telinga kita atau serumen terbagi atas 3 jenis. Yaitu kotoran cair, lunak, dan keras. Nah, untuk kotoran telinga keras biasanya cairan hidrogen peroksida ini digunakan.

Kalau dilihat dari kasus masalah anda, mungkin serumen yang dimaksud adalah serumen keras. Nah, ada baiknya serumen tersebut langsung dikeluarkan setelah diteteskan hidrogen peroksida. Tapi, jika serumennya belum lunak juga, tidak ada salahnya kalau langsung ke dokter THT. Supaya lebih pasti. 🙂

Sejauh ini belum ada dampak khusus dari pemakaian hidrogen peroksida (H2O2) berlebih. Yang saya tahu tidak ada efek merugikan dari cairan ini. Kalau anda masih mengkhawatirkan hal ini, ada baiknya juga jika anda langsung menanyakannya pada dokter spesialis THT.

Terima kasih,
Semoga bermanfaat.

dr. Samuel Sembiring
dokter@samuelkarta.com