65 tahun silam, tepatnya pada tahun 1945, banyak korban selamat dari bom Hiroshima dan Nagasaki yang menderita penyakit leukemia mielositik kronis. Mengapa demikian? Apa kaitannya antara bom atom dengan leukemia mielositik kronis?
Mau pilih mana! Tewas karena bom atom atau menderita penyakit leukemia mielositik kronis?
Atau, ingin selamat dari keduanya? Ada baiknya anda harus tahu dahulu apa itu leukemia mielositik kronis.
JADI, APA SEBENARNYA LEUKEMIA MIELOSITIK KRONIS ITU?
Leukemia mielositik kronis (LMK) merupakan salah satu jenis kanker leukosit. LMK ini ditandai dengan peningkatan dan pertumbuhan yang tidak terkendali dari sel myeloid pada sumsum tulang dan penumpukan dari sel-sel ini dalam sirkulasi darah.
Nama lain dari leukemia mielositik kronis antara lain leukemia mielogenous kronis, leukemia mieloid kronis atau leukemia granulositik kronis.
Menurut salah satu referensi (buku) yang berjudul “Hematologi Klinik Ringkas” oleh Prof. Dr. I Made Bakta, disebutkan bahwa Leukemia Mielositik Kronis ini terbagi atas enam jenis. Keenam jenis tersebut antara lain:
1.Leukemia Mielositik Kronis, Philadelphia Positif
2.Leukemia Mielositik Kronis, Philadelphia Negatif
3.Leukemia Mielositik Kronis Juvenile
4.Leukemia Neutrofilik Kronis
5.Leukemia Eosinofilik
6.Leukemia Myelomonositik Kronis
Dari keenam jenis di atas, kasus yang paling sering ditemukan adalah Leukemia Mielositik Kronis Philadelphia Positif dimana kasus ini mencakup lebih 95% dari semua kasus leukemia mielositik kronis.
Penyakit Leukemia mielositik kronis ini memiliki tiga fase, yaitu fase kronis, fase akselerasi dan fase krisis blas. Pada fase kronis biasanya si penderita masih asimtomatik (tanpa gejala) atau bisa juga muncul gejala-gejala ringan seperti sering merasa lemah. Fase akselerasi sedikit lebih berat dibanding fase kronis. Pada fase akselerasi gejala yang sering ditemukan seperti ukuran limpa semakin bertambah, dan jumlah leukosit juga meningkat. Sedangkan pada fase krisis blas, ditemukan peningkatan sel-sel muda pada darah dan sumsum tulang. Gejala penyakit LMK pada fase ini hampir mirip dengan gejala leukemia akut!
Kasus LMK ini mencakup 15 – 20% dari seluruh kasus leukemia. Penyakit ini lebih banyak diderita oleh orang dewasa dibanding anak-anak.
APA SAJA YANG MENJADI GEJALA DAN TANDA PENYAKIT LEUKEMIA MIELOSITIK KRONIS?
Gejala awal dari LMK antara lain cepat lelah, lemah, nafsu makan berkurang, berat badan berkurang, berkeringat di malam hari, perut terasa penuh, dan demam. Selain itu, ditemukan juga adanya pembesaran limpa (splenomegali). Akibat pembesaran limpa ini, terjadi desakan dalam perut si penderita yang menyebabkan nafsu makan si penderita berkurang.
HAL APA SAJA YANG MENJADI PENYEBAB LEUKEMIA MIELOSITIK KRONIS?
Sebenarnya penyebab LMK masih belum jelas. Namun ada beberapa hal yang diduga dapat memicu terjadinya LMK, salah satunya adalah paparan radiasi dari bom atom di Hirosima dan Nagasaki.
Infeksi virus juga berperan besar sebagai penyebab LMK. Virus yang paling sering menyebabkan LMK adalah Epstein-Barr.
Selain radiasi, penyebab lainnya yang diduga berkaitan dengan LMK adalah paparan bahan kimia seperti benzen dan formaldehida.
Semua faktor penyebab di atas mengakibatkan terjadinya mutasi spontan dalam tubuh. Secara otomatis terjadi translokasi lengan kromosom antara kromosom 9 dan kromosom 22. Proses ini membentuk suatu bentuk kromosom baru yang dinamakan kromosom philadelphia (Ph). Nah, Kromosom philadelphia inilah yang menjadi inti utama penyakit LMK!
KALAU BEGITU TERAPI APA YANG TEPAT UNTUK PENYAKIT INI?
Salah satu terapi yang baik dilakukan untuk pasien LMK adalah cangkok sumsum tulang. Namun ada tiga hal yang penting untuk diperhatikan.
1.Usia tidak lebih dari 60 tahun
2.Ada donor yang cocok
3.termasuk golongan risiko rendah menurut perhitungan Sokal.
Untuk menghitung nilai Sokal anda bisa gunakan rumusnya atau download saja software perhitungan Sokal Score di internet.
Jika si pasien tidak memenuhi tiga kriteria di atas, masih ada terapi lain yang tidak kalah baiknya dengan cangkok sumsum tulang. Yaitu dengan terapi obat seperti Hydroxyurea (Hydrea), Busulfan (Myleran), Tyrosine Kinase Inhibitor (Imatinib), dan Interferon (Roferon A atau Intron A).
Keempat tipe obat di atas tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan. Misalnya Hydroxyurea. Obat ini disebut lebih efektif dibanding busulfan dan memang obat ini salah satu terapi terpilih untuk LMK. Sementara itu, obat Imatinib (tyrosine kinase inhibitor) mampu menghambat aktivitas tirosin kinase yang merupakan produk dari kromosom philadelphia yang sudah dijelaskan di atas. Ini berarti Imatinib juga tidak kalah efektifnya dibanding Hydroxyurea.
APA SAJA KOMPLIKASI DARI LEUKEMIA MIELOSITIK KRONIS?
Komplikasi dari LMK bisa berupa hiperleukositosis dimana kadar leukosit dalam darah sangat tinggi. Selain itu dapat juga berupa priapism (ereksi penis disertai nyeri), dan masalah metabolik.
Masalah metabolik memicu sitolisis (penghancuran sel-sel tubuh) yang akan mengakibatkan tingginya kadar asam urat (hiperuricemia), kalium (Hiperkalemia), dan osfat (hiperfosfatemia) dalam darah.
APA SAJA YANG HARUS DILAKUKAN UNTUK MENCEGAH PENYAKIT LEUKEMIA MIELOSITIK KRONIS?
Salah satu pencegahan yang paling mungkin dilakukan adalah mengurangi atau menghindari paparan bahan kimia yang berlebih. Seperti yang telah dijelaskan di atas, salah satu bahan kimia yang paling sering menyebabkan LMK adalah benzena.
Bagi anda yang mungkin bekerja di bidang kimia, sangat dianjurkan untuk dapat mengontrol diri agar tetap terhindari dari kemungkinan penyakit LMK.
SUMBER REFERENSI:
– Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia. “Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam”. Penerbitan IPD FKUI Pusat. Jakarta. 2007: 1214 – 1221.
– Besa, Emmanuel C. MD. (Maret 2010). “Chronic Myelogenous Leukemia”. http://www.emedicine.com
– Bakta, I Made, Prof. Dr. “Hematologi Klinik Ringkas” Penerbitan Buku Kedokteran EGC. Jakarta. 2006: 137 – 144.

Pagi dokter. Maaf mengganggu waktunya. Sy nina, mau tanya dokter, saya bisa minta di rekomendasi untuk sakit leukemia di medan baiknya dengan siapa ya dokter? Diagnosa awal menuju leukemia. Dan harus melakukan pengambilan tulang sumsum, tapi belum kami lakukan
Selamat pagi.
Mengenai kasus-kasus keganasan pada darah, silakan berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter penyakit dalam konsultan Hemato-onkologi (Sp.PD K-HOM).
Semoga bermanfaat.
Terima kasih.