Halo dok. Udah dua hari mataku bengkak. Rasanya gatal dan terlihat kemerahan.
Ada beleknya juga. Terus menerus bertambah.

Apa obatnya itu gan? Kenapa bisa begitu?
Kata temanku obatnya yg bagus cendo xitrol ato cendo fenicol. Mana yg lebih bagus?

Trims.
(T)

Jawab:
Mata bengkak seperti yang kamu jelaskan bisa saja disebabkan oleh infeksi ataupun alergi.

Biasanya banyak orang awam tanpa tanya ke dokter sering memakai obat tetes cendo xitrol atau sebagian yang lain membeli cendo fenicol ataupun cendo tobro.
Kedua jenis obat itu memang obat tetes mata. Tapi apa manfaat dan efek sampingnya?

Xendo citrol misalnya. Obat ini memiliki kandungan steroid (dexamethasone) yang bermanfaat untuk sakit mata akibat infeksi bakteri. Namun jika diteteskan pada penyakit mata yang diakibatkan infeksi jamur, maka pertumbuhan jamurnya akan semakin baik. Malah jamurnya bisa semakin banyak.

Sementara xendo fenicol yang mengandung kloramfenikol mampu mencegah tumbuhnya jamur. Akan tetapi obat ini dapat memicu pertumbuhan bakteri yang resisten terhadap kloramfenikol.

Nah, jadi sebenarnya anda harus mengecek mata anda ke dokter untuk memastikan apa penyebab bengkaknya mata anda. Kebanyakan orang sekarang tanpa ke dokter langsung membeli obat cendo xitrol ataupun cendo fenicol.

Pada prinsipnya setiap obat punya manfaat dan efek samping. Manfaat yang tepat dari obat bisa didapatkan jika diberikan pada indikasi yang tepat pula. Artinya keampuhan obat itu sendiri tergantung pada penyakit yang akan diobati bukan dibandingkan dengan obat lain.

Terima kasih,
Semoga bermanfaat.

dr. Samuel Sembiring
dokter@samuelkarta.com

Punya pertanyaan untuk konsultasi? Klik disini

sudah i minggu mata saya belekan.resep dr dokter mata levofloxacin n tobroson serta yg di minum melocixam belum sembuh.d kasih teman obat cendo xitrol tp saya hentikan.sebab takut setalah baca2 d beberapa blok.balik lagi saya tetes obat dr doktar.apa sebab mata saya belum sembuh.teman saya 3 hari sembuh.trms

TR, wanita

Jawab:
Selamat siang bu.

Penyakit pada mata tapi tidak disertai penurunan visus (artinya pandangan masih tetap jelas) kita golongkan ke penyakit konjungtivitis. Dimana konjungtivitis merupakan infeksi pada selaput konjungtiva mata.

Gejala klinis dari penyakit mata konjungtivitis ini bermacam-macam tergantung penyebabnya. Apakah itu virus, bakteri, jamur, alergi atau benda asing.

Gejala umum konjungitivis biasanya mata merah, perih, terasa mengganjal, sering berair, sering belekan terutama pagi hari dan lainnya. Tentu tidak semuanya muncul dalam satu kasus.

Misal konjungtivitis akibat bakteri lebih sering ‘belekan’ namun disertai juga dengan mata merah dan perih. Konjungtivitis akibat virus lebih sering berair.

Namun untuk mengkonfirmasinya lebih pasti selalu dengan pemeriksaan sekret konjungtiva. Tetapi itu jarang dilakukan, karena tidak praktis dan butuh waktu serta biaya. Sehingga biasanya cukup dengan menganalisis gejala klinis, dokter langsung memberi obat secara simtomatis.

Dari segi waktu penyembuhannya juga berbeda. Konjungtivitis akibat virus tentu lebih cepat virus, bisa satu hingga tiga hari. Konjungtivitis akibat bakteri umumnya lebih lama, tapi tidak selalu.

Pengobatan pada kasus konjungtivitis akibat bakteri tentu dengan obat tetes mata antibiotik. Harus dipakai teratur untuk mencegah terjadi resistensi antibiotik. Obat tetes mata steroid (deksametason) bisa dimanfaatkan untuk mengurangi mata merah, perih dan gatal.

Tapi yang perlu diperhatikan disini, konjungtivits akibat infeksi jamur tidak boleh diberi obat tetes mata steroid. Karena akan mempersubur pertumbuhan jamurnya. Obat tetesmata yang mengandung steroid itu seperti Tobroson, karena didalamnya mengadung deksametason.

Saran saya, teruskan dulu obat tetes mata antibiotik yang anda gunakan. Bila dalam tiga hari keluhan masih berlanjut, segera konsultasikan ke dokter.

Terima kasih,
Semoga bermanfaat

Samuel Sembiring, dr.