Selamat malam, saya seorang pria 24 tahun. Sudah hampir 2 minggu mata kiri saya bengkak (pada minggu pertama kelopak mata saya agak menghitam dan terasa sakit, dan ada setitik ‘mata bisul’ kecil di tepi kelopak yang saya keluarkan sendiri dengan ujung jari. Kemudian hal ini terulang lagi beberapa hari kemudian). Pada minggu kedua mata saya semakin membengkak dan saat ini kelopaknya berwarna merah dan benjol (spt bisul). Berikut pertanyaan saya:
1. Apakah ini disebut bintitan/blefaritis?
2. Gejala lain yg saya alami, adanya benjolan kecil sebesar kacang hijau dibawah telinga kiri (tepat di pangkal rahang) dan agak sakit bila ditekan. Apakah ini normal?
3. Saat ini mata kiri saya yg sakit tidak bisa melihat dengan jelas (buram) seperti minus. Tetapi saya sudah coba menggunakan kacamata adik saya dan hasilnya sama saja (masih buram). Apakah bintitan yang menyebabkan ini?
4. Pernah di suatu pagi ketika bangun tidur, mata kiri saya tidak bisa melihat (seperti ada selaput transparan yang menutupi) ketika saya lihat di cermin, tidak ada apa-apa. Kemudian beberapa menit kemudian fenomena selaput transparan itu sudah menghilang. Apakah ini?

Mohon pencerahannya, apa yang harus saya lakukan? Saya sudah menggunakan cendo xitrol (baru 2 tetes karena takut salah tindakan). Sampai saat ini belum ada perubahan thd mata saya, dan ini sangat mengganggu apalg saya berangkat kerja setiap hari mengendarai motor.
Terima kasih atas perhatiannya.

Jawab:
Selamat pagi.

Jika ada foto dari mata kamu, mungkin bisa membantu.

Ada tiga nama penyakit yang harus kita ketahui disini. Blefaritis, kalazion dan hordeolum.
Blefaritis merupakan infeksi pada kelopak mata. Penyakit ini ditandai dengan bengkak, merah, dan nyeri pada kelopak mata. Keluhan blefaritis juga bisa ditandai sulitnya melihat dengan jelas setiap bangun pagi.

Berbeda dengan hordeoloum dan kalazion. Kedua penyakit ini diakibatkan karena adanya peradangan pada kelenjar sebasea pada kelopak mata. Ada tiga kelenjar, yaitu kelenjar meibom, zeis dan moll.

Kelenjar meibom merupakan kelenjar sebasea di bagian dalam kelopak mata. sedangkan zeis dan moll dibagian luar. Peradangan pada kelenjar-kelenjar ini dinamakan hordeolum. Tergantung tempatnya, bila peradangan terjadi pada meibom maka dinamamakan hordeolum internal, sedangkan apabila pada zeis dan moll, penyakit ini disebut hordeolum eksternal.

Kalau pada kalazion, terdapat semacam benjolan akibat penyumbatan pada kelenjar zeis dan moll.

Kompres hangat biasanya bisa memberikan manfaat walau tidak menuntaskan penyakit.

Sebaiknya kamu konsultasi ke dokter mata. Pengobatan blefaritis umumnya cukup dengan salep mata antibiotik dan kompres hangat. Sedangkan pada kalazion dan hordeolum, selain dengan obat, tindakan insisi pun perlu dilakukan untuk mendrainase isi dari benjolannya.

Silakan dokter mata. Nantinya beliau yang akan menilai karena bisa melihat langsung kondisi mata kamu.

Terima kasih
Semoga bermanfaat

Samuel Sembiring, dr.

sudah i minggu mata saya belekan.resep dr dokter mata levofloxacin n tobroson serta yg di minum melocixam belum sembuh.d kasih teman obat cendo xitrol tp saya hentikan.sebab takut setalah baca2 d beberapa blok.balik lagi saya tetes obat dr doktar.apa sebab mata saya belum sembuh.teman saya 3 hari sembuh.trms

TR, wanita

Jawab:
Selamat siang bu.

Penyakit pada mata tapi tidak disertai penurunan visus (artinya pandangan masih tetap jelas) kita golongkan ke penyakit konjungtivitis. Dimana konjungtivitis merupakan infeksi pada selaput konjungtiva mata.

Gejala klinis dari penyakit mata konjungtivitis ini bermacam-macam tergantung penyebabnya. Apakah itu virus, bakteri, jamur, alergi atau benda asing.

Gejala umum konjungitivis biasanya mata merah, perih, terasa mengganjal, sering berair, sering belekan terutama pagi hari dan lainnya. Tentu tidak semuanya muncul dalam satu kasus.

Misal konjungtivitis akibat bakteri lebih sering ‘belekan’ namun disertai juga dengan mata merah dan perih. Konjungtivitis akibat virus lebih sering berair.

Namun untuk mengkonfirmasinya lebih pasti selalu dengan pemeriksaan sekret konjungtiva. Tetapi itu jarang dilakukan, karena tidak praktis dan butuh waktu serta biaya. Sehingga biasanya cukup dengan menganalisis gejala klinis, dokter langsung memberi obat secara simtomatis.

Dari segi waktu penyembuhannya juga berbeda. Konjungtivitis akibat virus tentu lebih cepat virus, bisa satu hingga tiga hari. Konjungtivitis akibat bakteri umumnya lebih lama, tapi tidak selalu.

Pengobatan pada kasus konjungtivitis akibat bakteri tentu dengan obat tetes mata antibiotik. Harus dipakai teratur untuk mencegah terjadi resistensi antibiotik. Obat tetes mata steroid (deksametason) bisa dimanfaatkan untuk mengurangi mata merah, perih dan gatal.

Tapi yang perlu diperhatikan disini, konjungtivits akibat infeksi jamur tidak boleh diberi obat tetes mata steroid. Karena akan mempersubur pertumbuhan jamurnya. Obat tetesmata yang mengandung steroid itu seperti Tobroson, karena didalamnya mengadung deksametason.

Saran saya, teruskan dulu obat tetes mata antibiotik yang anda gunakan. Bila dalam tiga hari keluhan masih berlanjut, segera konsultasikan ke dokter.

Terima kasih,
Semoga bermanfaat

Samuel Sembiring, dr.

Tes buta warna adalah salah satu tes yang diwajibkan dalam tes kesehatan. Dan metode tes buta warna yang sering digunakan adalah metode tes Ishihara oleh dr. Shinobu Ishihara. Dokter mata biasanya memiliki buku Ishihara yang terdiri dari 38 gambar (38 plates) untuk diuji pada pasiennya. Nah, gambar-gambar ini lah yang dimasukkan ke dalam satu software untuk dijadikan sebagai software tes buta warna.

Kali ini, software yang saya buat adalah tes buta warna dengan metode Ishihara, tes singkat buta warna (8 gambar yang diambil dari koleksi buku Ishihara), dan tes buta warna dengan bentuk bangun dua dimensi.

Hasil tes dari software ini ada tiga. Yaitu normal, buta warna parsial dan buta warna total. Ketiga hasil ini bisa diperoleh dari pengujian terhadap 38 gambar metode Ishihara. Gambar nomor satu hingga 25 merupakan soal tebak angka. Seseorang dengan berpenglihatan normal harus menjawab normal dari soal nomor 1 hingga 17 dan soal nomor 22 hingga 25. Kecuali untuk nomor 18 hingga 21 hanya bisa dilihat dengan jelas oleh penderita buta warna. Soal nomor 26 hingga 38 adalah soal dimana seseorang harus melihat susuran garis pada gambar. Orang normal mampu melihat jalur garis pada soal nomor 26 hingga 38 kecuali nomor 27 dan 28 karena kedua gambar ini dapat dilihat jelas oleh penderita buta warna.

Untuk soal nomor 1 dan 38 seharusnya dapat dilihat dengan jelas oleh orang normal dan penderita buta warna parsial kecuali buta warna total. Jadi sebenarnya hanya dengan kedua gambar ini biasanya sudah bisa dibedakan antara penderita buta warna total dengan orang normal + penderita buta warna parsial.

Dengan diagnosis dari tiap soal yang telah dijelaskan diatas maka dapat ditarik penilaian dari hasil yang telah dijawab oleh peserta tes.

Software ini menyediakan 3 tipe tes. Tes lengkap, tes singkat dan tes dengan soal bentuk bangun dua dimensi.


Ini adalah salah satu contoh uji tes buta warna Ishihara (soal nomor satu). Tipe soal ini dimulai dari nomor 1 hingga soal nomor 25.

Sedangkan untuk nomor 26 hingga 38, tipe soalnya seperti gambar berikut:

Hasil dari tes akan ditunjukkan seperti gambar berikut:

Tidak Cuma itui, dalam software ini disediakan juga test singkat kalau memang anda tidak punya banyak waktu. Pada tes singkat ini, penjelasan sudah disertakan..

Dan yang terakhir adalah tes buta warna dengan bentuk bangun dua dimensi.

Software Kedokteran

Software Kedokteran Tes Buta warna

Sekian dan terima kasih.

“DOWNLOAD”