Semua orang tua tentu menginginkan anaknya sehat, cerdas dan memiliki skill yang baik dan berkualitas. Buktinya sejak anak masih kecil, orang tua sudah memperhatikan perkembangannya seperti misalnya perkembangannya untuk berdiri, mengucapkan “mama” “papa”, memegang pensil dan lain-lain. Tidak henti-hentinya orang tua memberikan banyak gizi mulai dari susu, makanan berprotein dan lain-lain demi anak mereka.
Perkembangan anak atau bayi setiap umurnya berbeda-beda. Mulai dari bulan pertama hingga akhirnya menjadi seorang remaja (atau paling tidak sampai umur pra sekolah). Tidak hanya perkembangan. Pertumbuhan juga. Pada setiap umurnya, tentunya ada kemampuan yang berkembang. Maka dibuatlah patokan untuk setiap umurnya. Terkadang anak yang perkembangannya tidak sesuai dengan umur yang seharusnya selalu disebut mengalami keterlambatan.
Merupakan hal yang sangat penting sebenarnya untuk mengetahui perkembangan dan pertumbuhan anak yang kita miliki dan yang paling kita sayangi. Nah, dari pihak dokter sendiri selalu menganjurkan agar setiap orang tua mau membawa anaknya untuk memeriksakan perkembangan anaknya. Ada tesnya! Namanya KPSP atau Kuesioner Pra Skrining Perkembangan.
Ada beberapa perkembangan yang sudah menjadi suatu patokan untuk jangka waktu beberapa umur. Misalnya untuk umur 0 – 3 bulan. Anak-anak dalam jangka umur tersebut sudah memiliki kemampuan seperti:
– Mengangkat kepala setinggi 45 (derajat)
– Menggerakkan kepala dari kiri/kanan ke tengah
– Melihat dan menatap wajah kita
– Mengoceh spontan atau bereaksi dengan mengoceh
– Suka tertawa keras
– Bereaksi terkejut terhadap suara keras
– Membalas tersenyum ketika diajak bicara/tersenyum
– Mengenal ibu dengan penglihatan/penciuman/pendengaran/kontak
Bayi anda mungkin sering merepotkan anda. Bahkan setiap detiknya. Bayi yang berumur 0 – 3 bulan ini sering sekali aktif. Dan setiap orang tua juga harus merangsang atau menstimulasi bayi-bayinya untuk mampu mengembangkan gerak kasarnya. Misalnya dengan menggerakkan kedua tungkai kaki dan lengannya berulang-ulang setiap hari.
Untuk bayi yang berumur 3 – 6 bulan seharusnya sudah memiliki kemampuan seperti:
– Berbalik dari telungkup ke telentang
– Mengangkat kepala setinggi 90 (derajat)
– Mempertahankan posisi kepala tetap tegak dan stabil
– Menggenggam pensil
– Meraih benda yang ada di dalam jangkauannya
– Memegang tangannya sendiri
– Berusaha memperluas pandangannya
– Mengarahkan matanya kepada benda-benda kecil
– Mengeluarkan suara gembira, bernada tinggi, atau memekik
– Tersenyum saat melihat mainan/gambar yang menarik saat bermain sendiri
Jika perkembangannya terus dipertahankan dan terus distimulasi maka saat sudah berumur 6 – 9 bulan dia sudah harus memiliki kemampuan:
– Belajar berdiri, kedua kakinya menyangga sebagian berat badan
– Duduk
– Merangkak meraih mainan ataupun mendekati orang
– Memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lainnya
– Memungut 2 benda, masing-masin tangan memegang 1 benda pada saat yang sama
– Memungut benda-benda kecil dengan cara meraup
– Bersuara tanpa arti: “mamama, bababa, dadada, tatata”
– Mencari mainan/benda yang dijatuhkan
– Bermain tepuk tangan, “ciluk ba”
– Bergembira dengan melempar benda
– Makan kue sendiri
Adalah satu hal yang sangat membanggakan bagi orang tua bila mengetahui anaknya sehat dan normal. Bayi usia 6 – 9 bulan kemungkinan besar penambahan berat badannya akan melambat, sekitar 350 – 450 gram per bulan. Mereka ini biasanya sudah bisa makan sendiri, maka berikan kesempatan untuk mereka untuk makan sendiri boleh dengan sendok ataupun dengan tangannya. Misalnya berikan kue ke tangannya, biarkan dia memakannya.
Anak yang sudah berusia 9 – 12 bulan memiliki kemampuan seperti:
– Mengangkat badannya ke posisi berdiri
– Belajar berdiri (selama 30 detik) atau berpegangan di kursi
– Berjalan dengan dituntun
– Mengulurkan lengan / badan untuk meraih benda yang diinginkan
– Menggenggam erat pensil
– Memasukkan suatu benda ke mulut
– Mengulang menirukan bunyi yang didengar
– Menyebut 2-3 suku kata yang sama tanpa arti
– Mengeksploitasi sekitar, ingin tahu, ingin menyentuh apa saja
– Bereaksi terhadap suara yang pelan atau bisikan
Sedangkan untuk anak yang sudah berumur 12 – 18 bulan memiliki kemampuan yang lebih kompleks lagi, misalnya seperti:
– Berdiri sendiri tanpa berpegangan
– Membungkuk memungut mainan kemudian berdiri kembali
– Berjalan mundur 5 langkah
– Memanggil ayah dengan kata “papa”, memanggil ibu dengan kata “mama”
– Menumpuk 2 kubus
– Memasukkan kubus ke dalam kotak
– Menunjuk apa yang diinginkan tanpa menangis / merengek
– Memperlihatkan rasa cemburu / bersaing
Di usianya antara 12 – 18 bulan, orang tua harus lebih ekstra waspada. Anak-anak usia seperti suka sekali bergerak cepat. Mereka seolah-olah punya “permainan baru”. Berlari kesana-kesini dengan cepat. Bahkan suka berkejar-kejaran dengan teman-temannya yang lain. Di usianya yang seperti ini juga bisa jadi muncul hobi. Untuk anak laki-laki, mereka suka dengan bola baru-nya, sedangkan anak perempuan tertarik dengan boneka-bonekanya.
Pada umur 18 – 24 bulan, seorang anak sudah mampu untuk:
– Berdiri sendiri tanpa berpegangan (30 detik)
– Berjalan tanpa terhuyung-huyung
– Bertepuk tangan / melambai-lambai
– Menumpuk 4 kubus
– Memungut benda kecil dengan ibu jari dan jari telunjuk
– Menggelindingkan bola ke arah sasaran
Anak umur 2 tahun sebenarnya sudah bisa bersosialisasi dengan orang lain, paling tidak teman-teman seumurannya. Namun tidak jarang mereka bisa berteman dengan teman yang lebih tua. Sekedar ikut-ikut saja. Orang tua juga harus tetap memonitor anak-nya dalam berteman tentunya.
Anak umur 2 tahun juga memiliki kemampuan yang lebih baik lagi, misalnya mampu menyusun atau merakit mainan yang cukup rumit. Memutar skrup mainan misalnya atau memasang dan melepaskan skrup.
Selanjutnya, ketika sudah berumur sekitar 24 – 36 bulan, si anak sudah mampu untuk:
– Jalan naik tangga sendiri
– Menendang bola
– Mencoret-coretkan pensil ke kertas
– Bicara dengan baik, menggunakan 2 kata
– Dapat menunjuk satu atau lebih bagian tubuhnya kalau diminta
– Melihat gambar dan dapat menyebut dengan benar nama dua benda atau lebih
– Membantu memungut mainan sendiri / mengangkat piring bila diminta
– Makan nasi sendiri tanpa banyak tumpah
– Melepas pakaiannya sendiri
Dan untuk anak usia 36 – 48 tahun, mereka sudah bisa:
– Berdiri 1 kaki selama 2 detik
– Melompat dengan kedua kaki diangkat
– Mengayuh sepeda roda tiga
– Menggambar garis lurus
– Menumpuk 8 kubus
– Mengenal 2 – 4 warna
– Menyebut nama, umur, tempat
– Mengerti arti kata di atas, di bawah dan di depan
– Bermain bersama teman, mengikuti aturan permainan
– Memakai sepatu sendiri
Kemudian jika perkembangannya terus dipertahankan maka saat memasuki umur 48 – 60 bulan, mereka sudah mampu untuk:
– Berdiri 1 kaki selama 6 detik
– Menari
– Menggambar tanda silang
– Menggambar lingkaran
– Mengancing baju dan pakaian boneka
– Menyebut nama lengkap tanpa dibantu
– Senang menyebut kata-kata baru
– Senang bertanya tentang sesuatu
– Menjawab pertanyaan dengan kata-kata yang benar
– Menyebut angka, menghitung jari
– Bereaksi tenang dan tidak rewel ketika dipanggil ibu
Banyak yang mengatakan perkembangan anak selama umur 0 – 5 tahun adalah masa yang gemilang dimana dalam jangka waktu umur seperti ini. Disini lah waktunya untuk membentuk kepribadian ataupun karakter si anak. Di saat seperti ini juga lah mereka telah memasuki waktu yang penting dalam pengembangan intelijensi mereka.
Namun ada juga yang mengatakan masa emas / gemilang seorang anak itu antara 0 – 6 tahun. Tidak masalah. Untuk anak umur 5 – 6 tahun (60 – 72 bulan) mereka mengalami perkembangan yang lebih dibanding umur 5 tahun. Mereka ini sudah mampu untuk:
– Berjalan lurus
– Berdiri 1 kaki selama 11 detik
– Menangkap bola kecil dengan kedua tangan
– Menggambar segi empat
– Mengerti arti lawan kata
– Mengenal angka, dapat menghitung angka 5 – 10
– Mengenal warna warni
– Mengikuti aturan permainan
– Berpakaian sendiri tanpa dibantu
Anak umur 5 atau 6 tahun sudah bisa diajak untuk bersekolah. Setidaknya diawali dengan TK (Taman kanak-kanak).