[media]
[media-object pull=”left”]

14639785_1524021424277916_4006725381492104583_n

[/media-object]

[media-body title=”Mengapa Kita Batuk?”]
Penulis: dr. Samuel P. K. Sembiring
Kategori: Kesehatan
Tebal: 130 halaman
ISBN: 978-602-371-332-5

Blurb:
Tidak sedikit masyarakat salah kaprah dengan istilah batuk. Sebagian menyebut dengan istilah penyakit batuk, padahal batuk adalah gejala dari penyakit paru sehingga untuk menyembuhkan keluhan ini, penyebabnya yang harus dicari dan diatasi. Penyakit paru masih memiliki porsi penting dalam dunia kesehatan Indonesia. Pasalnya, kasus penyakit paru di Indonesia masih cukup tinggi, terutama tuberkulosis. Kita masih berupaya untuk menekan angka ini. Namun, hal ini masih sulit sebab untuk mengobati tuberkulosis bukan hanya penyakitnya, tetapi juga sikap dan perilaku penderitanya. Tidak sedikit penderita tuberkulosis yang tidak patuh minum obat sehingga banyak kasus berulang maupun resisten yang bermunculan.

Buku ini bertujuan untuk memberikan wawasan pada masyarakat tentang hal-hal yang penting, tetapi belum dipahami sepenuhnya oleh masyarakat. Misalnya apa penyebab batuk, mengapa obat tuberkulosis dikonsumsi dalam waktu yang lama dan tidak boleh distop walau gejala sudah hilang, mengapa asma selalu kambuh, dan lainnya. Diharapkan dengan bertambanya wawasan, kualitas kesehatan para pembaca juga dapat meningkat. Selain itu, dalam buku ini pembaca juga akan menemukan pengulasan pertanyaan-pertanyaan yang sering ditanyakan seputar penyakit paru. Semoga pengulasan tersebut dapat menjawab pertanyaan Anda juga.

BELI BUKU

Untuk membeli file ebook ini lewat play store google book klik disini

[/media-body]
[/media]

Note: Untuk saat ini, proses pembelian buku langsung di-order di website penerbit. Berhubung buku ini merupakan self-publishing, maka buku akan dicetak terlebih dahulu setelah pemesanan dilakukan.

Asw…pagi dok…saya ingin konsl tentang suhu badan saya yang hangat terus…saya tau karna sahabat saya sering tidur sama saya slalu bilang badan mu kok panas/hangat gitu aku ja gx da kayak kamu…dan saya rasa iya juga dok badan saya panas terus

(F, perempuan, 18 tahun, 40 kg, 163 cm)

Jawab:

Selamat pagi F.
Seseorang dikatakan demam apabila suhu tubuhnya diatas atau sama dengan 38 derajat Celcius dengan termometer aksila (ketiak). Apabila badan terasa hangat namun tidak disertai dengan tingginya suhu pada pengukuran termometer maka itu bukanlah demam. Itu dinamakan hipertermia.

Penyebab badan terasa hangat bisa banyak sekali. Misalnya bisa disebabkan karena heat stroke (berada di lingkungan panas), sehabis aktivitas yang berat atau kelelahan, kurang cairan atau elektrolit, dan lainnya.

Demam merupakan tanda adanya infeksi. Baik itu bakteri, virus, atau infeksi mikroorganisme yang lain. Penanganannya tergantung penyebabnnya. Untuk mengatasi gejala demam, umumnya dokter memberikan obat anti demam parasetamol.

Mungkin penjelasan saya di atas dapat menjawab keluhan kamu.
Terima kasih
Semoga bermanfaat.

dok , saya sakit kepala tappi di bgian depan.
tepat di tengah-tengah kening,
namun terkadang pindah ke bagian kiri dan rasa nyut-nyut tan di mata..
setelah seminggu rasa itu sudah tidak timbul lagi..
itu disebab kan karena apa ya ??
terimakasih.

(FD, perempuan, 19 tahun 2 bulan)

Jawab:

Selamat pagi FD.
Kamu kemungkinan besar menderita sakit kepala Tension. Lokasi nyeri kepala tipe ini lebih sering di bagian kening kepala atau tengkuk leher. Menurut data yang ada wanita sebanyak 88% menderita penyakit ini.

Penyebabnya banyak sekali. Sangat beragam. Faktor emosional juga cukup berperan. Untuk pengobatannya harus disesuaikan dengan penyebabnya. Untuk itu kita harus tegakkan dulu penyebabnya apa. Penyebab sakit kepala tension ini bisa jadi tekanan darah tinggi, epilepsi, depresi dan lain-lain.

Menurut pedoman internasional dalam pengobatan sakit kepala tension ini, kamu dapat mengkonsumsi aspirin ataupun paracetamol. Namun apabila keluhan ini sudah lama sekali kamu alami atau sudah sering sekali berulang maka dianjurkan untuk mengonsumsi obat amitriptyline 25 mg. Dokter spesialis saraf tentu tahu lebih banyak mengenai penyakit ini.

Terima kasih
Semoga bermanfaat ya

Samuel Sembiring, dr.

Semua orang tua tentu menginginkan anaknya sehat, cerdas dan memiliki skill yang baik dan berkualitas. Buktinya sejak anak masih kecil, orang tua sudah memperhatikan perkembangannya seperti misalnya perkembangannya untuk berdiri, mengucapkan “mama” “papa”, memegang pensil dan lain-lain. Tidak henti-hentinya orang tua memberikan banyak gizi mulai dari susu, makanan berprotein dan lain-lain demi anak mereka.

Perkembangan anak atau bayi setiap umurnya berbeda-beda. Mulai dari bulan pertama hingga akhirnya menjadi seorang remaja (atau paling tidak sampai umur pra sekolah). Tidak hanya perkembangan. Pertumbuhan juga. Pada setiap umurnya, tentunya ada kemampuan yang berkembang. Maka dibuatlah patokan untuk setiap umurnya. Terkadang anak yang perkembangannya tidak sesuai dengan umur yang seharusnya selalu disebut mengalami keterlambatan.

Merupakan hal yang sangat penting sebenarnya untuk mengetahui perkembangan dan pertumbuhan anak yang kita miliki dan yang paling kita sayangi. Nah, dari pihak dokter sendiri selalu menganjurkan agar setiap orang tua mau membawa anaknya untuk memeriksakan perkembangan anaknya. Ada tesnya! Namanya KPSP atau Kuesioner Pra Skrining Perkembangan.

Ada beberapa perkembangan yang sudah menjadi suatu patokan untuk jangka waktu beberapa umur. Misalnya untuk umur 0 – 3 bulan. Anak-anak dalam jangka umur tersebut sudah memiliki kemampuan seperti:
– Mengangkat kepala setinggi 45 (derajat)
– Menggerakkan kepala dari kiri/kanan ke tengah
– Melihat dan menatap wajah kita
– Mengoceh spontan atau bereaksi dengan mengoceh
– Suka tertawa keras
– Bereaksi terkejut terhadap suara keras
– Membalas tersenyum ketika diajak bicara/tersenyum
– Mengenal ibu dengan penglihatan/penciuman/pendengaran/kontak

Bayi anda mungkin sering merepotkan anda. Bahkan setiap detiknya. Bayi yang berumur 0 – 3 bulan ini sering sekali aktif. Dan setiap orang tua juga harus merangsang atau menstimulasi bayi-bayinya untuk mampu mengembangkan gerak kasarnya. Misalnya dengan menggerakkan kedua tungkai kaki dan lengannya berulang-ulang setiap hari.

Untuk bayi yang berumur 3 – 6 bulan seharusnya sudah memiliki kemampuan seperti:
– Berbalik dari telungkup ke telentang
– Mengangkat kepala setinggi 90 (derajat)
– Mempertahankan posisi kepala tetap tegak dan stabil
– Menggenggam pensil
– Meraih benda yang ada di dalam jangkauannya
– Memegang tangannya sendiri
– Berusaha memperluas pandangannya
– Mengarahkan matanya kepada benda-benda kecil
– Mengeluarkan suara gembira, bernada tinggi, atau memekik
– Tersenyum saat melihat mainan/gambar yang menarik saat bermain sendiri

Jika perkembangannya terus dipertahankan dan terus distimulasi maka saat sudah berumur 6 – 9 bulan dia sudah harus memiliki kemampuan:
– Belajar berdiri, kedua kakinya menyangga sebagian berat badan
– Duduk
– Merangkak meraih mainan ataupun mendekati orang
– Memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lainnya
– Memungut 2 benda, masing-masin tangan memegang 1 benda pada saat yang sama
– Memungut benda-benda kecil dengan cara meraup
– Bersuara tanpa arti: “mamama, bababa, dadada, tatata”
– Mencari mainan/benda yang dijatuhkan
– Bermain tepuk tangan, “ciluk ba”
– Bergembira dengan melempar benda
– Makan kue sendiri

Adalah satu hal yang sangat membanggakan bagi orang tua bila mengetahui anaknya sehat dan normal. Bayi usia 6 – 9 bulan kemungkinan besar penambahan berat badannya akan melambat, sekitar 350 – 450 gram per bulan. Mereka ini biasanya sudah bisa makan sendiri, maka berikan kesempatan untuk mereka untuk makan sendiri boleh dengan sendok ataupun dengan tangannya. Misalnya berikan kue ke tangannya, biarkan dia memakannya.

Anak yang sudah berusia 9 – 12 bulan memiliki kemampuan seperti:
– Mengangkat badannya ke posisi berdiri
– Belajar berdiri (selama 30 detik) atau berpegangan di kursi
– Berjalan dengan dituntun
– Mengulurkan lengan / badan untuk meraih benda yang diinginkan
– Menggenggam erat pensil
– Memasukkan suatu benda ke mulut
– Mengulang menirukan bunyi yang didengar
– Menyebut 2-3 suku kata yang sama tanpa arti
– Mengeksploitasi sekitar, ingin tahu, ingin menyentuh apa saja
– Bereaksi terhadap suara yang pelan atau bisikan

Sedangkan untuk anak yang sudah berumur 12 – 18 bulan memiliki kemampuan yang lebih kompleks lagi, misalnya seperti:
– Berdiri sendiri tanpa berpegangan
– Membungkuk memungut mainan kemudian berdiri kembali
– Berjalan mundur 5 langkah
– Memanggil ayah dengan kata “papa”, memanggil ibu dengan kata “mama”
– Menumpuk 2 kubus
– Memasukkan kubus ke dalam kotak
– Menunjuk apa yang diinginkan tanpa menangis / merengek
– Memperlihatkan rasa cemburu / bersaing

Di usianya antara 12 – 18 bulan, orang tua harus lebih ekstra waspada. Anak-anak usia seperti suka sekali bergerak cepat. Mereka seolah-olah punya “permainan baru”. Berlari kesana-kesini dengan cepat. Bahkan suka berkejar-kejaran dengan teman-temannya yang lain. Di usianya yang seperti ini juga bisa jadi muncul hobi. Untuk anak laki-laki, mereka suka dengan bola baru-nya, sedangkan anak perempuan tertarik dengan boneka-bonekanya.

Pada umur 18 – 24 bulan, seorang anak sudah mampu untuk:
– Berdiri sendiri tanpa berpegangan (30 detik)
– Berjalan tanpa terhuyung-huyung
– Bertepuk tangan / melambai-lambai
– Menumpuk 4 kubus
– Memungut benda kecil dengan ibu jari dan jari telunjuk
– Menggelindingkan bola ke arah sasaran

Anak umur 2 tahun sebenarnya sudah bisa bersosialisasi dengan orang lain, paling tidak teman-teman seumurannya. Namun tidak jarang mereka bisa berteman dengan teman yang lebih tua. Sekedar ikut-ikut saja. Orang tua juga harus tetap memonitor anak-nya dalam berteman tentunya.

Anak umur 2 tahun juga memiliki kemampuan yang lebih baik lagi, misalnya mampu menyusun atau merakit mainan yang cukup rumit. Memutar skrup mainan misalnya atau memasang dan melepaskan skrup.

Selanjutnya, ketika sudah berumur sekitar 24 – 36 bulan, si anak sudah mampu untuk:
– Jalan naik tangga sendiri
– Menendang bola
– Mencoret-coretkan pensil ke kertas
– Bicara dengan baik, menggunakan 2 kata
– Dapat menunjuk satu atau lebih bagian tubuhnya kalau diminta
– Melihat gambar dan dapat menyebut dengan benar nama dua benda atau lebih
– Membantu memungut mainan sendiri / mengangkat piring bila diminta
– Makan nasi sendiri tanpa banyak tumpah
– Melepas pakaiannya sendiri

Dan untuk anak usia 36 – 48 tahun, mereka sudah bisa:
– Berdiri 1 kaki selama 2 detik
– Melompat dengan kedua kaki diangkat
– Mengayuh sepeda roda tiga
– Menggambar garis lurus
– Menumpuk 8 kubus
– Mengenal 2 – 4 warna
– Menyebut nama, umur, tempat
– Mengerti arti kata di atas, di bawah dan di depan
– Bermain bersama teman, mengikuti aturan permainan
– Memakai sepatu sendiri

Kemudian jika perkembangannya terus dipertahankan maka saat memasuki umur 48 – 60 bulan, mereka sudah mampu untuk:
– Berdiri 1 kaki selama 6 detik
– Menari
– Menggambar tanda silang
– Menggambar lingkaran
– Mengancing baju dan pakaian boneka
– Menyebut nama lengkap tanpa dibantu
– Senang menyebut kata-kata baru
– Senang bertanya tentang sesuatu
– Menjawab pertanyaan dengan kata-kata yang benar
– Menyebut angka, menghitung jari
– Bereaksi tenang dan tidak rewel ketika dipanggil ibu

Banyak yang mengatakan perkembangan anak selama umur 0 – 5 tahun adalah masa yang gemilang dimana dalam jangka waktu umur seperti ini. Disini lah waktunya untuk membentuk kepribadian ataupun karakter si anak. Di saat seperti ini juga lah mereka telah memasuki waktu yang penting dalam pengembangan intelijensi mereka.

Namun ada juga yang mengatakan masa emas / gemilang seorang anak itu antara 0 – 6 tahun. Tidak masalah. Untuk anak umur 5 – 6 tahun (60 – 72 bulan) mereka mengalami perkembangan yang lebih dibanding umur 5 tahun. Mereka ini sudah mampu untuk:
– Berjalan lurus
– Berdiri 1 kaki selama 11 detik
– Menangkap bola kecil dengan kedua tangan
– Menggambar segi empat
– Mengerti arti lawan kata
– Mengenal angka, dapat menghitung angka 5 – 10
– Mengenal warna warni
– Mengikuti aturan permainan
– Berpakaian sendiri tanpa dibantu

Anak umur 5 atau 6 tahun sudah bisa diajak untuk bersekolah. Setidaknya diawali dengan TK (Taman kanak-kanak).