Dok, gimana cara membedakan infeksi mata yg di sebab kan bakteri,jamur dan virus gimana gan menurut gejala nya?

(L)

Jawab:

Selamat sore,
Kalau dari gejala sebenarnya agak sulit, karena hampir semua tanda infeksi mata bisa saja muncul pada infeksi mata akibat apapun.
Namun, umumnya infeksi akibat bakteri lebih merah dan menghasilkan banyak kotoroan. Sedangkan infeksi akibat virus keluhannya mata berair.

Untuk memastikannya biasanya sekret atau kotoran mata diperiksakan agar tahu penyebab pastinya.

Terima kasih,
Semoga bermanfaat.

dr. Samuel Sembiring
dokter@samuelkarta.com

Punya pertanyaan untuk konsultasi? Klik disini

permisi pak,sy mw konsultasi.
tgl 1 november kemarin sy mlakukan hubungan seks dgn psk dan sy sgt menyesal.
dan skitar tgl 10 november sy mgalami demam hebat,sakit kepala,kepala panas,bintik merah pada kaki,keringat mengucur deras saat sore,kedinginan ktika malam selama 1 minggu.
tapi,tiba2 gatal menyerang tubuh sy.aplgi ktika bangun dr duduk/tidur punggung trsa gatal.
dan skrg flu.
sy takut,krna sy anak prtama,dan menghidupi keluarga sy(adik2 sy dn ibu sy).
dan saya tidak puny bnyak biaya.
tolong saya..
(MR)

Jawab:

Selamat malam pak

Demam tinggi merupakan gejala yang tidak spesifik. Tetapi yang jelas keluhan ini hampir selalu disebabkan karena adanya infeksi sistemik dalam tubuh. Penyebabnya bisa banyak, dan tidak dipastikan berdasarkan klinis saja. Untuk memastikan penyebabnya harus dengan pemeriksaan. Biasanya pemeriksaan umum yang dilakukan adalah cek darah lengkap, untuk menilai perubahan nilai pada sel darah putih, neutrofil segmen dan indikator infeksi lainnya.

Apabila dipastikan kuman atau bakteri, dengan kultur darah dapat diperoleh apa kuman penyebabnya. Namun ini jarang dilakukan karena dinilai kurang praktis dan butuh biaya dan waktu.

Biasanya pasien demam yang datang ke dokter, untuk perjumpaan pertama akan diberi obat-obat secara simtomatis saja. Jika memang keluhannya tidak membaik dalam waktu yang ditentukan, maka akan dianjurkan pemeriksaan darah.

Pada kasus yang bapak jelaskan diatas, penyebabnya bisa banyak sekali. Saya tidak yakin apakah ada hubungannya dengan aktivitas seksual sebelumnya atau tidak. Tetapi yang jelas, yang bapak alami sekarang mungkin dikarenakan adanya infeksi. Keluhan yang bapak paparkan bisa mengarah ke banyak penyakit. Diantaranya mungkin demam tifoid (tipus) atau malaria.

Saya sangat menyarankan bapak untuk segera menjumpai dokter untuk bisa konsultasi secara tatap-muka.

Terima kasih
Semoga memberikan manfaat

Samuel Sembiring, dr.

Virus Ebola mudah menyebar dengan cepat. Pertama kali infeksi dimulai dari penularan dari hewan yang terinfeksi ke manusia. Nah, dari situ nantinya manusia meneruskan rantai penyakit ini ke manusia yang lain.
Penyebaran virus Ebola antar manusia bisa melalui makanan atau berpegangan. Kontak langsung dengan darah atau cairan yang terkontaminasi juga bisa menginfeksi manusia. Tidak hanya itu, manusia juga bisa terinfeksi hanya dengan menyentuh objek (misalnya jarum) yang sudah terkontaminasi.

JADI, APA SEBENARNYA VIRUS EBOLA ITU?
Virus Ebola sebenarnya termasuk salah satu virus yang menyebabkan sindrom demam berdarah. Epidemi virus Ebola ini tinggi di daerah Afrika termasuk Zaire, Gabon, Pantai Gading, dan Sudan.

Biasanya virus Ebola ini dapat menyebar dengan cepat pada satu keluarga. Dimana jika salah satu anggota keluarga terinfeksi, anggota yang lain dengan mudah terinfeksi juga.

APA SAJA YANG MENJADI GEJALA DAN TANDA PENYAKIT INFEKSI EBOLA?
Ada baiknya jika kita mengenali gejala-gejala awal dari infeksi virus Ebola ini. Biasanya gejala awal yang tampak seperti demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, sakit perut dan diare. Terkadang disertai dengan sakit tenggorokan, cegukan, dan mata merah dan gatal.
Tanda-tanda dan gejala lain yang biasanya muncul antara lain muntah, perdarahan pada hidung, muntah darah, dan mata berdarah.
Selanjutnya pada kondisi yang lebih parah dapat ditemukan nyeri dada, shok bahkan tidak jarang berakhir dengan kematian.
Untuk itu sangatlah baik jika kita mengenali apa-apa saja yang menjadi penyebab penyakit infeksi ini.

HAL APA SAJA YANG MENJADI PENYEBAB PENYAKIT INFEKSI EBOLA?
Demam berdarah Ebola disebabkan oleh 4 dari 5 spesies Ebola. Keempat virus tersebut antara lain EBO-Z, Ebola Virus Sudan (EBO-S), Ebola virus Côte-d’Ivoire (EBO-C), dan Ebola virus Bundibugyo (EBO-B). Sedangkan spesies Ebola kelima adalah Ebola virus Reston (EBO-R). Spesies EBO-R sebenarnya bisa juga menginfeksi manusia, namun sekarang ini telah dilaporkan bahwa infeksi EBO-R tidak menyebabkan penyakit.

Pria dan wanita memiliki peluang yang sama terkena infeksi Ebola. Misalnya pria. Pria yang bekerja di hutan (terutama di Afrika atau Filipina) memiliki risiko yang lebih besar terinfeksi virus Ebola.
Nah, jika kebetulan anda telah terinfeksi virus ini, sangat dianjurkan bagi anda untuk mendapat terapi yang tepat agar semua keluhan di atas dapat teratasi.

KALAU BEGITU TERAPI APA YANG TEPAT UNTUK PENYAKIT INFEKSI EBOLA?
Sebenarnya tidak ada pengobatan khusus untuk penyakit ini. Untuk saat ini pasien hanya mendapat terapi pendukung seperti cairan elektrolit yang berfungsi untuk mempertahankan kadar oksigen dan tekanan darah si pasien.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam terapi penyakit infeksi Ebola.
?Perawatan harus diberikan secara ketat. Karena virus Ebola sangat mudah menular
?Semua cairan yang keluar dari tubuh pasien baik itu liur, urin, ataupun darah harus ditangani secara hati-hati. Karena dari cairan-cairan ini virus Ebola pun dapat menular.
?Jika pasien meninggal, sebisa mungkin dikubur secepatnya dengan kontak sedikit mungkin.

APA SAJA KOMPLIKASI DARI PENYAKIT INI?
Kebanyakan dari penderita infeksi Ebola Virus mengalami komplikasi di mata. Komplikasi yang diderita antara lain nyeri pada mata, takut pada cahaya (photophobia), pengeluaran air mata berlebih (lacrimasi meningkat), dan kemampuan penglihatan berkurang.

Komplikasi lain yang sering terjadi antara lain nyeri otot (myalgia), sakit kepala, lemah, rambut rontok, berhentinya menstruasi, dan telinga terus-menerus berdengung (tinnitus).

APA SAJA YANG HARUS DILAKUKAN UNTUK MENCEGAH PENYAKIT INFEKSI EBOLA?
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, virus Ebola mampu menular dari satu manusia ke manusia lain hanya dengan kontak langsung saja. Untuk itu pencegahan terhadap penyakit infeksi Ebola ini pun cukup sulit.
Yang paling terutama adalah menghindari kontak langsung dengan orang yang terinfeksi virus Ebola sebisa mungkin. Apabila ada anggota keluarga terinfeksi virus ini sangat dianjurkan agar orang tersebut dirawat di rumah sakit. Begitu juga apabila ada teman anda yang meninggal akibat penyakit ini, usahakan jangan ada kontak langsung dengannya.

Dan bagi anda yang bekerja di hutan daerah epidemi penularan virus Ebola, sangat dianjurkan untuk selalu memakai sarung tangan agar tidak kontak langsung dengan objek-objek yang mungkin telah terkontaminasi.

SUMBER REFERENSI:
– King, John W. MD. (April 2010). “Ebola Virus”. http://www.emedicine.com

Sistosomiasis merupakan salah satu penyakit yang ditakuti sebab telah merenggut banyak nyawa. Bahkan di Indonesia sendiri sering terjadi wabah sistosomiasis di beberapa daerah. Tidak jarang juga penyakit ini diperantarai oleh hewan jenis keong. Jumlah yang tewas juga tidak terbilang sedikit. Sebenarnya apa yang menyebabkan hal ini terjadi?

APA ITU SISTOSOMIASIS?
Sistosomiasis (schistosomiasis) merupakan penyakit infeksi nomor dua setelah malaria. Nama lain penyakit ini adalah Biliharzia yang diambil dari nama ahli patologi Theodore Maximillian Biliharz (1825 – 1862). Penyakit ini adalah penyakit parasit (cacing) yang hidup dalam pembuluh darah vena.

Ada 5 spesies sistosoma, diantaranya sistosoma mansoni, sistosoma hematobium, sistosoma japonicum, sistosoma mekongi, dan sistosoma intercalatum. Di Indonesia, spesies sistosoma yang ditemukan adalah sistosoma japonicum.

Siapa saja bisa terkena penyakit ini baik pria maupun wanita. Begitu juga dengan umur. Baik anak-anak maupun orang dewasa memiliki peluang yang sama terpapar penyakit sistosomiasis.

Sistosomiasis ini merupakan salah satu penyebab utama kematian di Afrika, Amerika Selatan, Timor Tengah dan Asia.

APA SAJA YANG MENJADI TANDA DAN GEJALA SISTOSOMIASIS
Gejala yang paling sering dialami penderita sistosomiasis adalah demam, urtikaria (semacam reaksi alergi yang menimbulkan bilur-bilur warna kemerahan), mual, muntah dan sakit perut. Kadang-kadang dijumpai sindrom disentri.

Gejala-gejala lain yang juga dapat ditemukan antara lain:
-hepatosplenomegali (pembesaran limpa dan hati)
-hematuria (adanya darah pada urin)
-sindrom myelitislike
-gangguan saluran genital wanita
-purpura (perdarahan kecil dalam kulit)

Satu hal lain yang perlu diketahui adalah gejala sistosomiasis setiap spesiesnya berbeda-beda.

APA SAJA PENYEBAB DARI PENYAKIT SISTOSOMIASIS?
Penyebabnya sudah jelas. Dan juga sudah dipaparkan di atas. Penyebabnya adalah trematoda sistosoma. Di daerah Indonesia sendiri, penyebab utama sistosomiasis adalah spesies S.japonicum.

TERAPI APA YANG TEPAT UNTUK PENYAKIT SISTOSOMIASIS?
Salah satu terapi yang cocok untuk sistosomiasis adalah praziquantel. Obat ini mampu mengobati sistosomiasis akibat spesies S.hematobium, S.mansoni, dan S.japonicum.

Obat lainnya yang juga cukup sering digunakan adalah Oxamniquine, Artemisin, dan Metrifonate. Namun obat-obat ini jarang dipakai untuk sistosomiasis akibat spesies S.japonicum.

Terapi pembedahan juga kadang bisa dijadikan pilihan untuk mengeluarkan polip atau sumbatan saluran kemih.

APA SAJA KOMPLIKASI DARI SISTOSOMIASIS?
Komplikasi yang sering terjadi dari penyakit ini antara lain:
-splenomegali (pembesaran limpa)
-malnutrisi (gizi buruk)
-varises esofagii (pembesaran pembuluh vena di esofagus)
-hipertensi portal (peningkatan tekanan aliran darah portal diatas 10-12 mmHg)
-hipertensi pulmonal.
-gangguan fungsi hati
-gangguan usus besar
-gagal ginjal kronik
-kankre buli-buli, mielitis tranversa, epilepsi atau neuritis optika akibat dari penimbunan telur-telur sistoma.

APA SAJA YANG HARUS DILAKUKAN UNTUK MENCEGAH SISTOSOMIASIS
Untuk mencegah penyakit ini tidaklah sulit. Hanya butuh niat untuk melakukannya saja. Misalnya, tidak berenang di air tawar dimana sering terjadi sistosomiasis.

Lalu usaha lain adalah meminum air yang bersih yang terbebas dari parasit. Biasakan minum air yang sudah dimasak dengan baik.

Bagi masyarakat yang tinggal di daerah pinggiran ada baiknya untuk mewaspadai diri dari keong-keong yang kemungkinan merupakan perantara penyakit ini. Bahkan lebih baik jika keong-keong air dimana sering terjadi sistosomiasis segera diberantas.

SUMBER REFERENSI:
-Kogulan, Palaniandy. MBBS. MD. (February 26, 2010). “Schistosomiasis”. http://www.emedicine.com
-Dhawan, Vinod K. MD. FACP. FRCP(C). (May 15, 2008). “Schistosomiasis”. http://www.emedicine.com
– Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia. “Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam”. Penerbitan IPD FKUI Pusat. Jakarta. 2007: 1844 – 1848.